Prof Apris Adu Menuju Undana Numero Uno

Prof. Dr. Ir. Apris Adu, M.Kes

Oleh: Robert Kadang 

Tiap perhelatan, punya momentum. Sekedar cari sensasi, atau malah bisa membunuh dalam kemesraan. Terkadang, yang baik dijelekin. Sebaliknya, si buruk dibuat seolah “aji mumpung”. Biar menarik empati. Biasalah..!

Bacaan Lainnya

Akan halnya pemilihan Rektor Undana menuju panggung kehormatan (numero uno). Diterpa berbagai isu. Sedikit miring, agar terkesan tidak menohok. Bak gosip, semakin digosok, semakin sip. Tapi, dunia akademisi mestinya tidak blunder, dan tidak terkontaminasi politik. Dinamika sah-sah saja, asal tidak kebablasan..!

Mencermati berbagai dinamika itu, sebagai jurnalis beta coba bijak, di garis tak berpihak. Tak ada kepentingan, selain mengungkap fakta di balik kejadian. Seperti itulah mestinya “paparazzi” dalam menyuguhkan sebuah reportase.

Dalam ngobrol pagi yang penuh chemistry dengan Prof. Apris Adu, Kamis (16/10/2025), dia berceloteh tentang IKOMA. Tadinya beta pikir itu semacam “makan ringan”. Tapi ternyata beta salah. Sangat keliru. IKOMA rupanya Ikatan Orang tua Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Sang professor menjelaskan, IKOMA adalah perkumpulan orang tua mahasiswa yang terbentuk tanggal 3 Februari tahun 2004. Seiring berdirinya Fakultas Kesehatan Masyarakat yang berdiri pada 14 Agustus tahun 2001. Kala itu, orang tua mahasiswa FKM bersepakat membentuk IKOMA tersebut.

Tujuannya, kata Prof. Apris, membantu kegiatan FKM yang tidak dibiayai DIPA Fakultas Kesehatan Masyarakat. “Kehadiran IKOMA memang betul- betul sangat membantu FKM dalam kegiatan Tridharma. Banyak mahasiswa yang mendapatkan bantuan beasiswa, sarana prasarana bahkan dalam kegiatan mereka. Jadi, IKOMA sudah ada sejak kepemimpinan pertama Bapak Dr. Janje Manafe, MS, Dekan Pertama satu periode. Kemudian, Bapak Dr. Ir Gustaf Oematan, M.Si, menjabat dua periode. Lalu Ibu Dra. Enggelina Nabuasa, MS, satu periode. Dan saya, Prof. Dr. Ir. Apris Adu, S.Pt., M.Kes, sampai sekarang. IKOMA berjalan terus sampai tahun 2022. Namun, pada tanggal 4 Juni tahun 2022, berdasarkan kesepakatan orang tua mahasiswa, maka IKOMA FKM dibubarkan. Sejak itu, sudah tidak ada lagi IKOMA di FKM,” tandas Prof. Apris.

Tentang uang IKOMA, lanjutnya, FKM tidak pernah memungut uang dari mahasiswa, apalagi mewajibkan. IKOMA memiliki pengurus sendiri di luar struktur FKM, IKOMA punya rekening sendiri, dan “Pengelolaan uang IKOMA sepenuhnya di lakukan oleh pengurus IKOMA. Dan, jika ada bantuan ke FKM, langsung dibelanjakan oleh pengurus IKOMA sesuai permintaan. FKM menerima barang, bukan dalam bentuk uang. Bisa dikonfirmasi pada ketua dan bendahara IKOMA, yakni Bapak I. Nyoman Surya Wiryawan, SH, dan Ibu Elly Moy,” ujar Prof. Apris.

FKM sendiri, tambahnya, sangat terbuka untuk menjelaskan tentang IKOMA. “Sekali lagi, IKOMA sudah tidak ada di FKM sejak 2022. Jika ingin lebih tahu tentang IKOMA, maka bisa menghubungi pengurus IKOMA. Demikian Tuhan Berkati,” pungkas Prof. Apris Adu menutup obrolannya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *