Beta Sonde Omong Kosong, Bahasa Amarasi Indah

Pdt. Yulita Y. Zina-Lero, S.Th; Dr Owen Edwards, Ph.D, Kirsten Culhane, BA (Hons) Foto @Yeri Bani

AmarasiSelatan, infontt.com.- Minggu pagi (22/1/23) bertempat di gedung gereja Pniel Tefneno’ Koro’oto, ketika kebaktian kedua berlangsung, ada tamu yang ikut berbakti bersama Jemaat Koro’oto. Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Yulita Y. Zina-Lero, S.Th; tema khotbah bertolak lebih dalam. Intisari dari khotbah yakni iman yang teguh menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, dan dari sana kemuliaan Tuhan dijunjung dan ditinggikan. Hal ini berdasar dari apa yang dilakukan oleh Petrus yang semula memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam hal menjadi nelayan. Ia mengetahui konteks lokasi, iklim, cuaca, dan segala hal di Danau Galilea. Bahwa pada malam sebelum Yesus tiba, ia dan teman-temannya telah berlelah, namun tiada menghasilkan. Keraguan itu kemudian terbayar ketika mereka tetap melaksanakan apa yang diminta Yesus, bertolak lebih dalam. Hasilnya, mencengangkan. Iman yang teguh menghasilkan sesuatu yang mencengangkan.

Dr. Owen Edwards, Ph.D dan Kirsten Culhane BA (Hons) sepasang suami-isteri dari Austalia (Melbourne) hadir dalam kebaktian ini. Dalam sepenggal dialog antara Pdt. Yulita Y. Zina-Lero, S.Th dengan Dr. Owen; ia memberi jawaban dengan menggunakan Bahasa Melayu Kupang.

Bacaan Lainnya

“Beta ada di sini untuk buat dokumentasi bahasa daerah. Beta dapa ini Bahasa Amarasi andia ko beta kambali ko balajar. Beta sonde omong kosong, Bahasa Amarasi salah satu bahasa indah di dunia. Beta kasi tunju di ahli bahasa internasional dong. Dong setuju deng beta, bahasa Amarasi talalu indah.”

Dr. Owen Edwards, Ph.D dan Kirsten Culhane BA (Hons) menikah pada 3 Januari 2022. Sesudah menikah keduanya memutuskan untuk mengadakan ibadah syukur pernikahan di Jemaat Koro’oto, Klasis Amarasi Timur. Jemaat Koro’oto terletak di desa Nekmese Kecamatan Amarasi Selatan.

 

Penulis: Roni Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 Komentar