Waspada Virus Dengue Misterius Pada Peralihan Musim

Penulis : Tresia Avila Buran Lamarobek

NIM : 2007010130

Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam serius yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang menyerang sistem peredaran darah manusia. Oleh karena itu, penyakit ini bisa menjadi lebih serius jika seseorang tidak segera mendapat penanganan yang tepat. Perawatan terlambat hanya akan memperbesar risiko dampak buruk hingga kematian.

Musim hujan atau peralihan musim seperti sekarang ini sangatlah rentan dengan kejadian penyakit demam berdarah. Demam berdarah dengue (DBD) atau biasa juga dikenal sebagai dengue hemoragic fever (DHF) disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang berkembang di daerah tropis dan subtropics. Infeksi virus dengue  ringan dapat  menyebabkan demam tinggi, ruam merah pada kulit dan nyeri pada otot. Spektrum penyakit  dapat menyebabkan pendarahan yang parah, tekanan darah menurun drastis, dan kematian.

Demam berdarah dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingkat terjangkitnya penyakit ini merata diseluruh Indonesia.

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (DIT.P2PTVZ) Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa kasus infeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat di awal tahun 2022 ini.

Berdasarkan data yang dilaporkan P2PTVZ Kemenkes, sampai Minggu ke 5 tahun 2022 ini, jumlah total penyakit DBD sudah mencapai 5.041 kasus. Sementara jumlah suspek Dengue pada Minggu kelima tahun 2022 ini dari laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) sebanyak 16.047 suspek Dengue.

Di antaranya total 5.041 kasus, tercatat ada 59 kematian akibat penyakit endemik menular yang satu ini. Selanjutnya, dilaporkan juga bahwa kasus DBD tertinggi berada pada kelompok umur 15-44 tahun.

Provinsi yang paling banyak melaporkan kasus DBD di awal tahun 2022 ini yaitu sebagai berikut:

Nama Provinsi

Besaran  Kasus

Kematian

Jawa Timur

1788

25

Jawa Barat

1715

19

Nusa Tenggara Timur

805

8

DKI Jakarta

354

0

Sumatera Barat

253

1

Jawa Tengah

81

2

Sumatera Utara

22

0

Dari data tersebut di atas nampak bahwa musim penghujan masih menjadi pengaruh yang besar terhadap terjadinya kasus DBD, hal ini dikarenakan selama musim hujan  tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aygepti semakin banyak terutama area perindukan di area luar rumah.

“Tanda-tanda DBD dapat berupa demam tinggi mendadak terus menerus, nyeri atau pegal-pegal pada otot dan sendi, nyeri di belakang mata, serta wajah memerah dan muncul bintik-bintik di kulit. Lebih lanjut, pada anak, tanda-tanda DBD juga dapat berupa kondisi lemah, mual-mual dan muntah, serta pegal-pegal,”

Cara Mencegah DBD

WHO dan Kemenkes RI  telah memaparkan bahwa belum ada pengobatan yang efektif untuk proses penyembuhan DBD.

Untuk itu, perlu adanya pencegahan agar kamu tidak terjangkit virus dengue dari nyamuk yang berasal dari genus Aedes itu dengan cara mengerakan kampanye 7M yaitu;

1. Menguras : Membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air, penampung air lemari es dan lain-lain.

2. Menutup : Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.

3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang yang dapat memicu tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

4. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

5. Menggunakan kelambu saat tidur.

6. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian didalam rumah yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

7. Menggunakan obat anti nyamuk oles ketika tidur dan beraktifitas sehari-hari.

Advokasi dan sosialisasi pada lintas sektor  sangat dibutuhkan dalam pencegahan dan pengendalian DBD. Hal ini disebabkan Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik ( Jumantik), sebagai program andalan dalam pengendalian DBD seyogyanya tidak hanya dilaksanakan di tataran rumah tangga. Tetapi juga di setiap bangunan seperti kantor, tempat perbelanjaan, tempat ibadah, tempat pendidikan, terminal, pelabuhan, dan fasilitas umum lainnya.

“Gotong royong membersihkan lingkungan juga dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk pembawa virus penyakit DBD. Karena lingkungan yang bersih, dapat menghindarkan kita dari segala penyakit,”. 

Semua orang menginginkan hidup sehat, tapi tidak semua orang menjaga kesehatannya. Maka dari itu “JADIKAN KESEHATAN PRIORITAS UTAMA KAMU”. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.