Untukmu Si Kuli Tinta, Ijinkan Aku Mencintaimu

Pertemuan kita adalah anugerah terindah yang aku alami. Sebab sejuta pengalaman dan ilmu yang kudapatkan. Ketekunanmu dalam memburu berita mengajarkan aku akan arti berbagi kebaikan untuk sesama.

Kesabaranmu seakan tidak pernah pudar dalam memusnahkan setiap penindasan berupa kebohongan pada jelata. Niat dan tindakanmu penuh ketulusan sehingga tuduhan akan pengakuan atas eksistensi dirimu tak pernah dihiraukan.

Aku mengagumi caramu memecahkan masalah. Menyukai gerakanmu ketika tanya jawab dengan mereka yang menjadi sasaranmu.

Kau berkisah bahwa urusan uang tak pernah menjadi prioritas sebab nilai kemanusiaan adalah satu-satunya motivasi perjuanganmu. Di lapangan pun tak pernah sekalipun mempraktikkan politik belah bambu, sebagian diangkat dan sebagiannya lagi diinjak.

Aku beranggapan bahwa kamu bukan sekedar aktivis pers namun juga kemanusiaan yang selalu bersama rakyat memperjuangkan keadilan di tengah konspirasi elit lokal. Berkat keakuratan berita yang kamu sajikan semua informasi bohong yang diperdengarkan kini tak lagi menyapa.

Terkadang muncul pertanyaan bahwa tak pernah lelah kah dirimu dalam merangkai kata yang dijadikan dalam sebuah berita? Sebanyak apa energi yang kau pergunakan saat kesana-kemari tiada henti? Sekuat apa matamu menahan kantuk saat aktualisasi berita diperjuangkan? Seberapa berharganya pemberitaan bagimu sehingga keselamatanmu tidak diperdulikan?

Pejuangku, teruslah berjuang dan pantang lelah dalam mengabarkan kebenaran. Sebab, setiap informasi yang kamu berikan begitu berharga bagi khalayak sama halnya kehadiranmu dalam kehidupanku.

Selamat hari pers untukmu sang jurnalis tangguh, tetap semangat dan sabar dalam mengabarkan kebenaran serta berpegang teguh pada kode etik jurnalistik yang sudah menjadi jantung pergerakan kalian.

Aku mencintai kalian and keep smiling every move

Penulis: Eudoksia Susu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.