STIKUM Gelar Seminar Pancasila dan Bedah Buku Uma Lulik Sekaligus MoU dengan UNPAZ Timor Leste

Nampak para pemateri sedang menjelaskan gagasan menjadikan falsafah Uma Lulik sebagai dasar negara Republik Demokratik Timor Leste.

Kupang-InfoNTT.com,- Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof. Dr. Yohanes Usfunan, SH.,MH, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universidade da Paz (UNPAZ) Timor Leste, Jumat (22/7/2022) di aula Kampus STIKUM Kupang.

Acara MoU ini juga diisi dengan Seminar Pancasila dengan mengusung tema “Memperkokoh kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dalam menangkal radikalisme”. Selain itu juga digabungkan dengan bedah buku “Gagasan menjadikan falsafah Uma Lulik sebagai dasar negara Republik Demokratik Timor Leste.

Bacaan Lainnya

Acara seminar dan bedah buku ini dipandu oleh dosen STIKUM sekaligus advokat Peradi yakni Josep Leonardy, S.Fil.,SH.,MH. Sedangkan pemateri yakni Kepala Kesbangpol NTT Johanis Oktovianus, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Komunikasi dan Publik Pius Rengka, SH.,M.Si, Rektor Unpaz Dr. Aldomando Soares Amaral, Dekan Fakultas Hukum Unpaz Dr. Leonita Ribeiro dan Direktur STIKUM Prof. Dr. Yohanes Usfunan.,SH.,MH.

Pada kesempatan tersebut Pius Rengka dan Kepala Kesbangpol NTT Yohanes Oktavianus didaulat sebagai pemateri yang mana membicarakan terkait Pancasila. Sementara Rektor Unpaz Dr. Aldomando Soares Amaral, Dekan Fakultas Hukum Unpaz Dr. Leonita Ribeiro dan Direktur STIKUM Prof. Yohanes Usfunan membicarakan gagasan menjadikan falsafah Uma Lulik sebagai dasar negara Timor Leste.

Dalam seminar tersebut, Prof. Yohanes Usfunan memberikan pandangan serta gagasan agar menjadikan falsafah Uma Lulik sebagai dasar negara Republik Demoktratik Timor Leste.

Dirinya mendorong Universitas Da Paz (Unpaz) Timor Leste agar dapat memberikan kontribusi pendapat kepada pemerintah Timor Leste agar menjadikan Uma Lulik sebagai dasar negera. Yang mana akademisi memiliki kemampuan mendorong pemerintah Timor Leste agar Uma Lulik dijadikan dasar negara karena memiliki kajian dengan fondasi aturan kuat.

Menurut dia Uma Lulik memiliki simbol dan nilai kesakralan atau nilai kesucian yang dijadikan falsafah negara. Hal ini tentu akan diperkuat dengan dukungan STIKUM pasca MoU.

Sedangkan Rektor Unpaz Dr. Aldomando Soares Amaral, merasa bangga bisa membedah buku milik Dr. Leonita Ribeiro di Indonesia terkhususnya di STIKUM.

“MoU bilateral di bidang pendidikan ini bagi kami sangat penting karena STIKUM cukup dekat dengan UNPAZ. Kita cukup jalan darat sudah sampai, tidak perlu jauh jauh ke Eropa atau negara lain. Semoga kerjasama ini terus berjalan baik kedepannya,” ujar Dr. Aldomando.

MoU serta seminar Pancasila dan bedah buku Uma Lulik ini dihadiri juga oleh para dosen dan dekan dari STIKUM dan UNPAZ. Turut hadir juga para tamu undangan baik dari TNI, Polri, akademisi dan mahasiwa dari kampus yang ada di wilayah Kota Kupang.

Pantauan media ini, kegiatan berlangsung khidmat sejak pagi hari hingga siang. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara yakni Indonesia dan Timor Leste, serta para tamu undangan juga mematuhi protokol kesehatan.

Laporan: Chris Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.