Memprihatinkan, Ruas Jalan Provinsi di Amarasi Timur Nyaris Putus Akibat Longsor

Ruas jalan yang rusak di perumahan sosial di Desa Oebesi, Amarasi Timur, Kabupaten Kupang.

Amarasi Timur – InfoNTT.com,- Jalan provinsi jalur selatan tepatnya di RT 11, RW 05, Dusun 04, Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, NTT, mengalami kerusakan serius dan kondisi jalan tersebut memprihatinkan.

Pantauan media ini, Senin 18 April 2022, seperempat jalan tersebut longsor, sehingga hanya setengah ruas jalan yang digunakan pengendara.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga setempat yang melintas di jalan tersebut ketika diwawancarai mengatakan, ruas jalan ini sudah mengalami longsor sejak 3 tahun lalu. Kurangnya penerangan jalan serta berada pada tikungan juga membahayakan pengendara. Ia berharap pemerintah provinsi bisa segera memperbaiki jalan tersebut.

“Jalan sudah 3 tahun rusak. Ini karena longsor dan memakan hampir setengah ruas jalan, mau tidak mau kita harus berhati-hati. Apalagi kalau mobil. Mereka harus masuk halaman warga sekitar,” ungkapnya,

Masyarakat sekitar dan para pengendara kendaraan baik roda dua dan roda empat yang melewati jalan tersebut, juga meminta respons cepat dari instansi terkait khususnya Pemerintah Provinsi NTT. Jalan tersebut juga dekat dengan tikungan, sehingga akan sangat berbahaya ketika ada kendaraan yang melewati jalan tersebut. Utamanya pada malam hari.

“Kami sebagai masyarakat maunya bisa segera diperbaiki. Memang malam sepi, tapi ketika siang hari akan ramai kendaraan dan tentu sedikit sulit melewati jalan ini. Sebab, hanya satu ruas jalan yang digunakan dan ini satu satunya akses masyarakat Amarasi Timur kalau mau ke Kota Kecamatan,” terangnya.

Meskipun saat ini belum terjadi kecelakaan ataupun hal yang tidak diinginkan lainnya, namun masyarakat berharap agar masalah ini segera ditanggulangi agar musim hujan nanti masyarakat tidak perlu was-was ketika melewati jalan tersebut.

“Takutnya pas musim hujan kita lewat lalu longsor. Atau ketika malam hari tidak kontrol dan masuk ke jurang. Apalagi masyarakat sekitar, kasihan halamannya jadi korban karena dipakai oleh mobil yang lewat,” ungkap salah satu masyarakat.

Menurut masyarakat, meskipun masih bisa dilewati, namun jalan tersebut rawan kecelakaan. Bahkan berbahaya jika dilewati saat malam. Sebab, kurangnya penerangan jalan.

“Jalan itu masih bisa dilewati tapi untuk kendaraan berat sangat berbahaya. Kami imbau agar pengendara dengan muatan berat berhati-hati. Selain kurangnya penerangan jalan, kondisi jalan juga hanya bisa dilewati satu kendaraan,” jelasnya.

Laporan: Chris Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.