Kesan Pertama, Jalan su Bae

Ruas Jalan Oekaka-Oemoro dalam proses@Yerfelius Bani

 

Hari ini, Jumat (29/04/22) para pendeta GMIT se-Klasis Amarasi Timur bertemu dalam suatu rapat yang disebut rapat berkala dua bulanan. Rapat berlangsung di Jemaat Imanuel Oemoro. Satu jemaat yang secara geografis berada paling timur dalam Klasis ini. Sesungguhnya bukan suatu masalah bila menyebut nama Oemoro dalam hal tugas dan tanggung jawab para presbiter (pendeta). Namun, kondisi jalan yang menghubungkan paling kurang dimulai dari Kantor Majelis Klasis Amarasi Timur ke arah Timur, nyaris selalu menjadi lelucon sebelum tiba ke sana. Mengapa? Jalan. Ruas jalan antara kampung Oekaka di desa Rabeka menuju ke Oemoro cukup memprihatinkan. Maka, akan selalu menjadi “hantu” siang bila menyebut Bokhim Noenak, Fautfuaf, Bikoen dan Oemoro. Empat jemaat yang berada di ujung timur Klasis Amarasi Timur.

Bacaan Lainnya

Hari ini justru berbeda. Kita perlu berterima kasih kepada Gubernur NTT. Ia berjanji ketika datang ke Menifo pada tahun 2019. Ia menyebutkan akan membenahi jalan ini pada tahun 2022.” Demikian pernyataan Ketua Majelis Klasis Amarasi Timur, Pdt. Yakob Niap, S.Th ketika mengawali memulai rapat ini.

Para pendeta yang hadir tersenyum. Pemotor akan merasakan sekujur tubuh berdebu, namun tetap menikmati perjalanan ini. “Jalan su bae!” demikian pernyataan seorang di antara yang hadir. Pernyataan ini diikuti dengan candaan dan cerita masa lalu ketika jalan belum seperti sekarang ini.

Ketua Majelis Jemaat Imanuel Oemoro, Pdt. Djeni Aruan-Potokatoe, S.Th sangat bersyukur dan bergembira menerima para sahabat abdi Allah. Ruang rapat disediakan berbeda.

 

“Bapak, Ibu Pendeta, maafkan kami. Kami sebetulnya mau menyiapkan tempat rapat di muara, namun atas pertimbangan lain, kami buatkan tempat rapat seperti ini saja. Mungkin pada kesempatan lain kita rapat di alam terbuka. Terima kasih sudah bersama kami di sini hari ini!” Demikian KMJ Imanuel Oemoro.

Hadir pada rapat ini 30 orang KMJ (Pendeta), Majelis Klasis Harian non pendeta 3 orang, Pengurus Pemuda Klasis, 1 orang BP3K, 1 orang Vikaris, dan 3 orang Calon Vikaris.

 

Laporan: Heronimus Bani
Foto: Yerfelius Bani

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar

  1. Tenggang waktu antara 2019 – 2022 cukup lama sehingga bpk gubernur sudah lupa.
    Seharusnya yg punya wilayah/bpk camat setempat yg wajig mengingatkan/menagih janji beliau (bpk gubernur).
    Bukan malah menunggu.