Kapolres Kupang Pastikan Pasal Berlapis Menanti Para Pelaku Pemerkosaan Gadis Disabilitas

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK.,MH.

Kupang-InfoNTT.com,- Unit Buser Satreskrim Polres Kupang menangkap pelaku pemerkosa gadis disabilitas di Kupang ditangkap polisi, Kamis (28/4/2022) dini hari.

Informasi yang dihimpun media ini, pelaku adalah NT alias Niko (24), warga Dusun Oebola Luar, Desa Oebola Luar, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT. Niko adalah satu dari tiga pelaku pemerkosaan gadis disabilitas di Kupang. Ia diamankan polisi di rumahnya di RT 09/RW 04, Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Bacaan Lainnya

Penangkapan dipimpin Kanit Buser Aiptu Ardianto Tade dan 5 anggota Buser Aiptu Jesaya Reners, Bripka Lexi Rondo, Bripka Ananda Lakafani, Bripka Elvis Nonobesi dan Brigpol Edceson Tapatap.

Saat polisi menangkapnya, Niko sedang bersembunyi di atas loteng rumahnya yang merupakan tempat persembunyian. Saat diamankan, Niko melakukan perlawanan terhadap petugas kepolisian.

Polisi pun menghadiahi Niko timah panas sebagai tindakan tegas dan terukur pada betis kaki kiri. Saat itu Niko sempat melawan karena membawa benda tajam. Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk perawatan medis.

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK.,MH, yang dikonfirmasi media, (28/4) membenarkan penangkapan ini. Kapolres menyebutkan, polisi melakukan tindakan tegas karena pelaku melakukan perlawanan.

Sebelumnya dua pelaku pemerkosaan gadis disabilitas di Kupang, yakni DT alias Dani dan ZT alias Zaka telah ditangkap oleh Polres Kupang. Ketiga pelaku menjadi tersangka kasus pemerkosaan sesuai laporan polisi nomor LP/B/91/IV/2022/NTT/Polres Kupang tanggal 15 April 2022.

“Pelaku Niko sempat kabur sehingga buron dan dijadikan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Kupang. Sedangkan pelaku Dani dan Zaka ditangkap di Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang pada hari Minggu 24 April 2022 dini hari. Tersangka Dani ditangkap di rumahnya di desa Oebola Luar saat tidur. Sementara tersangka Zaka diamankan anggota di dalam kebun kakaknya yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya,” ungkap Kapolres.

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH menegaskan kalau pihaknya akan tegas dalam menindak dan memproses para tersangka. Polres Kupang juga langsung berkoordinasi dengan kepala Kejaksaan Kupang dan Ketua Pengadilan Oelamasi soal penerapan pasal bagi para tersangka.

“Kami koordinasi dengan jaksa dan hakim agar diterapkan pasal pemberatan karena aksi para tersangka di luar batas kemanusiaan,” ujar Kapolres Kupang.

Kapolres juga minta penyidik unit PPA Satreskrim Polres Kupang menerapkan pasal berlapis. “Harus ada hukuman maksimal bagi para pelaku karena korban diperkosa bersama-sama,” tambah Kapolres Kupang.

Kapolres juga menyebutkan kalau tersangka Dani malah dua kali memperkosa korban di waktu dan tempat yang berbeda. Tersangka Dani malah mengajak dua kerabatnya yang lain Zaka dan Niko untuk bersama-sama memperkosa korban pasca korban melaporkan kasus pemerkosaan ini ke Polres Kupang.

Pada proses penangkapan ini, Polisi meminta bantuan kepala dusun di desa Oebola Dalam yang juga kakak kandung dari Niko agar membantu polisi menemukan Niko dan menyerahkan ke polisi.

Kapolres Kupang merasa miris dengan kondisi korban pasca diperkosa, karena korban ditemukan dengan posisi tangan dan mata terikat serta mulut tersumbat daun dan pakaian terkoyak.

Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau tersangka Dani dua kali memperkosa korban masing-masing pada tanggal 31 Maret di kebun dan 14 April 2022 di hutan.

“Tersangka Dani pula yang mengajak dua tersangka lain Zaka dan Niko untuk ikut memperkosa korban di hutan pada 14 April 2022 lalu,” ujar Kapolres Kupang. Korban tergolong disabilitas, Ia diperkosa tiga pelaku yang merupakan tetangganya sendiri,” jelas Kapolres.

Aksi pemerkosaan ini tergolong sadis. Kedua tangan korban diikat dengan posisi terangkat pada dahan pohon, mata korban ditutup dengan BH korban dan mulut korban disumbat dengan daun jati putih.

DT alias Dani dan ZT alias Zaka adalah saudara sepupu. Sementara NT alias Niko adalah paman dari ZT. Dani sendiri sudah memperkosa korban dua kali dalam waktu yang berbeda.

Paman korban dan korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Kupang. Korban lalu divisum dan diperiksa penyidik unit PPA Satreskrim Polres Kupang.

“Hasil visum pada korban ada robekan tidak beraturan karena korban diperkosa secara brutal oleh ketiga pelaku,” ujar Kapolres Kupang.

Laporan: Chris Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.