JADILAH PEJUANG DAN LAWAN DIABETES

Nama : Andien Rambu Lika

NIM      : 2007010151

Bacaan Lainnya

Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNDANA

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.

Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (WHO, 1999).

Penyebab dari kenaikan kadar gula darah yang tinggi menjadi landasan pengelompokkan jenis Diabetes Melitus.

Diabetes melitus tipe 1.

Diabetes yang disebabkan kenaikan kadar gula darah karena kerusakan sel beta pankreas sehingga produksi insulin tidak ada sama sekali. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas untuk mencerna gula dalam darah. Penderita diabetes tipe ini membutuhkan asupan insulin dari luar tubuhnya.

Diabetes melitus tipe 2.

Diabetes yang disebabkan kenaikan gula darah karena penurunan sekresi insulin yang rendah oleh kelenjar pankreas.

Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 secara nasional menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus adalah 2,0%.

Berdasarkan provinsi, hasil riskesdas 2018, menunjukan bahwa lima provinsi dengan prevalensi diabetes melitus tertinggi yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur. Dari kelima provinsi tersebut, prevalensi diabetes melitus hanya meningkat di DKI Jakarta dari 2,4 persen tahun 2013 menjadi 2,6 persen tahun 2018. Sedangkan, DI Yogyakarta yang menempati urutan kedua, prevalensi diabetes melitus tahun 2018 ( 2,4 persen) menurun 0,2 persen dibandingkan tahun 2013. Prevalensi diabetes di Indonesia masih mencapai 6,2 persen dengan 10,681,400 kasus.

Gejala diabetes biasanya berkembang secara bertahap, kecuali diabetes tipe 1 yang gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Dikarenakan diabetes seringkali tidak terdiagnosis pada awal kemunculannya, maka orang-orang yang berisiko terkena penyakit ini dianjurkan menjalani pemeriksaan rutin. Tes gula darah merupakan pemeriksaan yang mutlak akan dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 atau tipe 2. Hasil pengukuran gula darah akan menunjukkan apakah seseorang menderita diabetes atau tidak. Pada diabetes tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Selain itu, beberapa pasien diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula darah. Insulin tambahan tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat minum.

Pencegahan

Pencegahan penyakit diabetes dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti Menerapkan pola makan yang sehat, Menjalani olahraga secara rutin, Menjaga berat badan ideal, Mengelola stres dengan baik, Melakukan pengecekan gula darah secara rutin.

Pencegahan penyakit diabetes melitus tipe 1 di tujukan kepada orang-orang yang memiliki risiko untuk menderita penyakit diabetes melitus tipe 1 yaitu,

• Menjalani pengobatan intensif jika terdapat anggota keluarga yang mengidap diabetes tipe 1.

• Menjalani pola makan sehat.

• Rutin melakukan aktivitas fisik.

• Mengontrol tekanan darah dan kolesterol.

• Rutin melakukan pemeriksaan dan mengunjungi rumah sakit untuk mengontrol penyakit.

Pencegahan penyakit diabetes melitus tipe 2 terutama ditujukan kepada orang-orang yang memiliki risiko untuk menderita DM tipe 2. Tujuannya adalah untuk memperlambat timbulnya DM tipe 2, menjaga fungsi sel penghasil insulin di pankreas, dan mencegah atau memperlambat munculnya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. 

Pencegahan DM tipe 2 pada orang-orang yang berisiko pada prinsipnya adalah dengan mengubah gaya hidup yang meliputi olah raga, penurunan berat badan, dan pengaturan pola makan. Berdasarkan analisis terhadap sekelompok orang dengan perubahan gaya hidup intensif, pencegahan diabetes paling berhubungan dengan penurunan berat badan. Menurut penelitian, penurunan berat badan 5-10% dapat mencegah atau memperlambat munculnya DM tipe 2. Dianjurkan pula melakukan pola makan yang sehat, yakni terdiri dari karbohidrat kompleks, mengandung sedikit lemak jenuh dan tinggi serat larut. Asupan kalori ditujukan untuk mencapai berat badan ideal.

 Meningkatnya prevalensi penyakit diabetes melitus di Indonesia berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia yang dapat mempengaruhi perkembangan kemajuan bangsa Indonesia. Kemajuan suatu negara ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang baik, sehat dan unggul.

 Diabetes juga merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Apabila dibiarkan, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang secara perlahan dapat menyerang organ penting di tubuh manusia seperti mata (kebutaan), otak (stroke), hingga gagal jantung dan gagal ginjal.

 Pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit diabetes dapat dikatakan baik. Karena pengetahuan merupakan hal yang penting untuk terbentuknya tindakan atau perilaku seseorang, sehingga dengan begitu masyarakat dapat menentukan langkah apa yang akan dilakukan untuk mencegah diabetes melitus.

 Dalam upaya pencegahan terjadinya peningkatan jumlah penyakit ini maka dibutuhkan pengetahuan dan kesadaran oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan memberikan pengetahuan tentang faktor risiko terjadinya penyakit Diabetes Melitus.

Pengabdian masyarakat dilakukan dengan penyuluhan serta melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dan lingkar Perut sehingga masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang sudah didapat untuk lebih meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.