Hari Malaria Sedunia, Puskesmas Oekabiti dan Masyarakat Oenoni 1 Bersihkan Mata Air Oemasuma

Masyarakat Dusun 3, Desa Oenoni 1 ketika bergotong royong membersihkan mata air Oemasuma.
  • Tekad 2030 Indonesia Bebas Malaria

Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia bebas malaria di tahun 2030. Sebanyak 5 regional telah ditetapkan sebagai target eliminasi untuk mencapai bebas malaria.

Malaria adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di beberapa wilayah Indonesia, terutama pada kawasan timur Indonesia. Jumlah kasus malaria di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 304.607 kasus, jumlah ini menurun jika dibandingkan jumlah kasus pada tahun 2009, yaitu sebesar 418.439.

Sehingga, berdasarkan jumlah kasus tersebut diketahui angka kasus kesakitan malaria, yang dinyatakan dengan indikator Annual Paracite Incidence (API) sebesar 1,1 kasus per 1000 penduduk.

Pencapaian Indonesia Bebas Malaria 2030 didahului dengan pencapaian daerah bebas malaria tingkat provinsi dan sebelum itu seluruh kabupaten/kota di Indonesia harus sudah mencapai bebas malaria.

Hari Malaria Sedunia (HMS) diperingati setiap tahun pada tanggal 25 April. Pada tahun 2022 ini, Acara Puncak Peringatan HMS akan diadakan di Lombok Tengah, Provinsi NTB pada tanggal 31 Mei.

Acara akan dilakukan secara kombinasi luring (off-line) dan daring (on-line). Peringatan HMS ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan, serta untuk memobilisasi dukungan dan peran aktif seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030.

Peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2022 ini mengangkat Tema global HMS adalah : HARNESS INNOVATION TO REDUCE THE MALARIA DISEASE BURDEN AND SAVE LIVES. Sementara tema nasional adalah : Ciptakan Inovasi Capai Eliminasi, Wujudkan Indonesia Bebas Malaria. Tema HMS ini memuat pesan kepada seluruh komponen bangsa untuk tetap memberikan komitmen kuat guna mewujudkan Indonesia Bebas Malaria tahun 2030.

Puskesmas Oekabiti dan Masyarakat Bersihkan Mata Air Oemasuma

Sumber mata air Oemasuma yang berada di Desa Oenoni 1, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT ini, tidak pernah kering sejak puluhan tahun silam.  Warga masyarakat setempat selalu rutin merawat dan membersihkan sumber mata air tersebut.

Untuk sampai ke mata air ini, warga harus melalui jalan yang sedikit menurun dan tentu melelahkan bagi orang baru. Petugas Puskesmas Oekabiti yang dikoordinir oleh Petrus Puay sejak pagi bersama masyarakat RT 11, Dusun 3, Desa Oenoni 1, mulai bergerak membersihkan area sumber mata air, ditemani keindahan alam yang sejuk dan asri.

“Jangan dikira nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) atau aedes aegypti lebih senang bersarang di tempat kotor atau tidak terawat. Nyamuk aedes aegypti justru lebih senang berada di air bersih yang dibiarkan tergenang, apalagi tidak terawat,” ujar Piter Puay kepada masyarakat, Jumat 22 April 2022, di sela-sela pembersihan.

Menurut Piter, DBD adalah masalah lingkungan dan nyamuk DBD lebih sering berada di air bersih. Jadi pembersihan sumber mata air ini sekaligus mengkampanyekan hidup bersih dan jauhi diri dan lingkungan dari nyamuk serta bakteri lainnya.

“Tempat genangan air itu menjadi sumber berkembang biak jentik nyamuk hingga menjadi nyamuk dewasa. Saya mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama di sumber mata air, rumah masing-masing, mencari jentik-jentik nyamuk, serta meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk. Jangan buang sampah sembarangan terutama bekas sabun cuci,” ungkapnya.

Laporan: Chris Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.