Hanura Dukung Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores

Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores ketika berkunjung ke Sekretariat DPD Hanura NTT.

Kupang-InfoNTT.com,- Wacana pembentukan Provinsi Kepulauan Flores di Nusa Tenggara Timur terus bergulir hingga masuk dalam pembahasan nasional untuk memisahkan sembilan kabupaten di Pulau Flores menjadi satu provinsi baru yaitu Provinsi Kepulauan Flores.

Wacana di atas, panitia persiapan pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (P4KF) terus galang dukungan. Hal ini terlihat ketika P4KF mendatangi sekretariat DPD Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) NTT guna meminta dukungan untuk pembentukan Provinsi Kepulauan Flores, Senin (01/8/2022) siang.

Bacaan Lainnya

Kunjungan P4KF diterima langsung oleh Ketua DPD Hanura dan didampingi Sekretaris Elias Koa, Ketua BAPPILU NTT Siprianus Woka Ritan dan Anggota DPRD Fraksi Hanura Provinsi NTT Paulinus Y. Nuwa Veto.

Partai Hanura NTT memberikan dukungan penuh atas aspirasi masyarakat di Kepulauan Flores berdasarkan surat dari Ketua Umum P4KF, Nomor 176/SEKBER-P4KF/RTG/MGR/VI/2022, tanggal 1 Juni 2022 Perihal Mohon dukungan politik Pembentukan Daerah Persiapan Propinsi Kepulauan Flores (DP-PKF) Tahun 2022.

Ketua Koordinator Wilayah P4KF Walterius Jemaan SH.,M.Hum, kepada media di sela-sela penyerahan  berkas mengatakan bahwa P4FK mendatangi Sekretariat Hanura NTT untuk menyerahkan dokumen usulan dan persetujuan dari sembilan kabupaten di Pulau Flores kepada Hanura serta meminta dukungan dari para pengurus DPD Hanura NTT untuk meneruskan proses ini di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Hari ini kami dari team P4KF kita datang dan menyerahkan dokumen Kesepakatan dan persetujuan dari para Bupati dan DPRD sembilan kabupaten di daratan Flores dan Lembata kepada partai Hanura NTT untuk selanjutnya dilanjutkan ke tingkat provinsi,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, team yang datang hari ini menyerahkan sejumlah dokumen agar menjadi pertimbangan bersama dalam pembentukan Provinsi baru di NTT yakni Provinsi kepulauan Flores.

“Provinsi NTT selama ini terdiri dari 21 kabupaten dan satu kota dan dalam rencana pemekaran ini maka akan ada 9 kabupaten di Pulau Flores yang akan berdiri sendiri menjadi Provinsi kepulauan Flores,” katanya.

Walterius Jemaan menemui para pemimpin partai Politik yang ada di NTT untuk menyerahkan surat permohonan dukungan politik dalam rangka  percepatan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores.

“Kita terus berjuang. Kita bertemu para pimpinan partai di NTT dan berdiskusi serta menyerahkan surat permohonan dukungan,” jelasnya.

Diharapkan semua partai politik mendukung mimpi besar P4FK pembentukan Provinsi Kepulauan Flores. Di mana P4FK juga menyadari bahwa perjuangan belum berakhir, karena semuanya masih dalam proses.

“Ini suatu kebutuhan dalam rangka percepatan pelayanan publik, percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat agar hubungan yang serasi antara pusat dan daerah terjalin dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, P4KF melakukan konsolidasi dengan para pimpinan partai karena terpanggil untuk mengembangkan potensi Flores secara efektif, terutama dalam hal pendekatan pelayanan dan peningkatan kesejahteraan.

“Ya, kita yakin. Perjuangan ini akan menuai hasil. Soal ibukota tidak ada masalah. Maumere, Ende, Mbay dan Lembata menjadi pilihan. Nanti akan dikaji dan diputuskan. Semua pihak pasti menerima,” katanya.

Sementara Ketua DPD Partai Hanura NTT, Drs. Refafi Gah, SH.,M.Pd, mengatakan pihaknya setelah menerima usulan pembentukan Provinsi kepulauan Flores dan akan dilanjutkan ke fraksi. Partai Hanura siap dan sangat mendukung pembentukan Provinsi Kepulauan Flores ini namun harus melalui kajian lebih lanjut.

“Hari ini kita terima usulan pembentukan Provinsi Flores dan akan kita lanjutkan ke Fraksi. Apabila semua fraksi menerima rancangan, saya yakin akan dibahas di rapat dewan nantinya, dan pada prinsipnya kita mendukung wacana pembentukan ini,” ujarnya.

Wacana pembentukan Provinsi Kepulauan Flores ini sudah lama bergulir beberapa tahun lalu , namun prosesnya masih terus bergulir tentunya pemekaran ini masih butuh kajian yang mendalam agar tidak mengorbankan kesejahteraan masyarakat.

Ia menambahkan, partai politik ada karena rakyat, tanpa rakyat tidak ada partai politik. Aspirasi rakyat yang sudah puluhan tahun lalu dengan keinginan untuk berdiri sendiri serta pisah dari provinsi induknya.

Menurut Refafi, apabila partai politik diam, maka akan muncul pertanyaan. Partai politik hadir untuk siapa? Karena itu yang menjadi dasar bagi Partai Hanura memberikan dukungan terhadap aspirasi masyarakat di Kepulauan Flores sebagai bentuk tanggung jawab partai setelah menerima surat resmi dari P4KF.

“Partai politik itu hadir untuk rakyat, karena itu marilah kita bersama rakyat Flores berjuang dalam upaya pembentukan Provinsi Kepulauan Flores,” ujarnya.

Refafi juga menginstruksikan kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) Hanura Sedaratan Flores dan Lembata untuk mendukung wacana pembentukan Provinsi Kepulauan Flores. Hal itu dilakukan agar semua partai bersatu mendukung pembentukan provinsi kepulauan Flores. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.