Bicara BUMDes, Kontribusi Pemkab Kupang Terkait Pengelolaan SDM Masih Tergantung Dana Pusat

Kupang-InfoNTT.com,- Yayasan Alfa Omega bersama Wahana Visi Indonesia dan Bengkel Appek Kupang menyelenggarakan dialog tingkat Kabupaten Kupang terkait peningkatan kualitas layanan BUMDes yang inklusif, Jumat (18/02/2022) di Aula Kantor Bupati Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan OPD lingkup Kabupaten Kupang, tim PKK Kabupaten Kupang, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Albert Lololau, para camat, para kepala desa, para Ketua BUMDes dari 20 desa, pimpinan LSM/NGO terkait dan awak media.

Bacaan Lainnya

Bupati Kupang Korinus Masneno ketika memberi sambutan, menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Alfa Omega bersama Wahana Visi Indonesia dan Bengkel Appek Kupang, atas kepedulian dan inisiatifnya dalam kegiatan yang sungguh bermanfaat. Ini merupakan bukti nyata aksi kolaborasi serta sinergitas Stakeholders sebagai roda penggerak pembangunan di Kabupaten Kupang.

Korinus Masneno mengakui kegiatan ini sebagai support terhadap pencapaian target pembangunan daerah yang bersifat inklusif sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Kupang tahun 2019 hingga 2024.

Bupati Kupang berharap agar BUMDes mampu berperan sebagai kontributor dalam pembangunan pedesaan. Di mana kehadiran BUMDes bukan hanya fokus pada profit-oriented melainkan kesanggupan untuk menciptakan lapangan kerja, peningkatan kemampuan berwirausaha, dan mempererat kehidupan sosial dan nilai budaya didesa tersebut.

“BUMDes kiranya bisa menjadi penggerak ekonomi desa yang dimodali oleh pemerintah,” ujar Korinus.

Korinus juga menjelaskan, bahwa evaluasi apa saja yang dilakukan masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat menjadi bagian penting untuk bisa memahami diri.

Direktur Yayasan Alfa Omega Pendeta David Fina mengatakan, banyaknya tantangan dalam membangun Kabupaten Kupang dikarenakan rata-rata tingkat pendidikan masyarakat hanya sampai SMP, sehingga SDM masih relatif rendah meskipun banyaknya sumber daya yang bisa dikelola.

“Dibutuhkan kolaborasi dan konsolidasi untuk membantu menyelesaikan tantangan yang kita dihadapi saat ini, seperti halnya masalah stunting yang bisa menyebar ke persoalan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, kontribusi PAD terhadap pengelolaan sumber daya di Kabupaten Kupang masih bergantung dengan dana dari Pusat. Oleh karena itu, solusi dari setiap tantangan yang dihadapi ini adalah dengan menguatkan SDM baik dari segi pelatihan dan penguatan kapasitas di segala lini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih baik.

Laporan: Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Kupang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.