Bahaya Alkohol Kacaukan Tatanan Masa Depan Remaja

Penulis: Tresyla Arsy Diani Nomeni (Mahasiswa Semester 6, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana)

NIM : 1907010037

Bacaan Lainnya

Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu berkembang lebih baik dari generasi-generasi dahulu. Pada masa itu, remaja masih mencari jati diri dengan pola pikir yang masih labil sehingga memiliki rasa penasaran yang tinggi dan mudah terpengaruh oleh perilaku sekitar.

Akhirnya ada perilaku-perilaku negatif yang sering muncul di kalangan remaja seperti mengonsumsi minuman keras atau minuman beralkohol. Namun dalam pencarian identitas diri tidak menutup kemungkinan remaja akan mengalami krisis identitas diri. Krisis identitas sendiri merupakan masalah yang berkaitan dengan tugas perkembangan yang harus dilalui oleh setiap individu termasuk remaja.

Hal ini terjadi karena banyaknya tuntutan, pilihan, serta keinginan yang dihadapi oleh remaja dan mereka pun merasa terlalu besar untuk dikategorikan sebagai anak-anak, namun belum bisa dikategorikan dalam kategori orang dewasa (dalam Santrock 2007: 191).

Krisis identitas diri pada diri remaja dapat memicu terjadinya demoralisasi, antara lain berupa kekerasan di kalangan remaja. bahasa dan kata-kata yang memburuk, pengaruh peergroup dalam tindak kekerasan, meningkatnya perilaku merusak diri dengan penggunaana lkohol dan obat-obatan terlarang, menurunnya rasa hormat pada orang tua dan guru, sex bebas dan masih banyak lagi kenakalan remaja yang lain.

Di daerah tempat tinggal subyek, mengkonsumsi minum-minuman keras ataupun alkohol menjadi sebuah pemakluman dalam opini masyarakat. Sebagian dari masyarakat berfikir bahwa remaja yang mengkonsumsi minuman beralkohol adalah hal yang wajar dan bukan menjadi sebuah ancaman.

Hal ini dibuktikan dengan minuman beralkohol yang semakin mudah di dapatkan dan bahkan minuman beralkohol ini dijual secara bebas. Diketahui pula dari pengamatan yang di lakukan di lingkungan tempat tinggal subyek. subyek yang mengkonsumsi minuman beralkohol tidak mengetahui dampak minuman beralkohol terhadap kesehatan dan masa depan Di indonesia terdapat beberapa kasus kejahatan yang dilakukan oleh remaja akibat mengkonsumsi minuman beralkohol.

“Di tempat saya PBL, pertama kali saya melihat bagaimana anak-anak muda mengonsumsi alkohol yang melebihi batas setiap harinya. Ketika mereka kumpul bersama, di situ saya sangat kaget, bagaimana bisa seseorang mengonsumsi alkohol yang berlebihan seperti itu. Yang lebih membuat saya syok ketika melihat mereka minum alkohol pada pagi hari, artinya mereka mengonsumsi tanpa sarapan terlebih dahulu”.

Saya kemudian merasa sangat penasaran, alasan mengapa mereka suka sekali mengonsumsi alkohol, saya pun bertanya kepada mereka.

“Katong sudah terbiasa, katong setiap hari biasa begini. Kalau katong kumpul ko sonde minum sopi katong rasa kurang pas begitu, katong ju rasa kalau katong minum sopi (miras) katong tambah semangat kerja,” ujar salah satu penikmat alkohol kepada saya ketika ditanyai.

Artinya inis salah satu contoh remaja terpengaruh minuman beralkohol. Bahkan ada siswa sekolah yang melakukan tindakan pesta miras dan merokok di dalam ruang kelas kutipan dalam surat kabar.

Belum lama ini sebuah video berdurasi 11 menit beredar luas dan viral di media sosial. Video pendek itu menunjukka sejumlah siswa siswi SMA di kota kupang, Nusa Tenggara Timur sedang merokok, serta mengonsumsi minuman keras (miras) sejenis sopi Diketahui para siswa ini berasal dari SMAN 8 Kupang dan SMKN 2 Kupang. Mereka di duga sedang pesta miras, terlihat tiga orang sedang duduk menghisap rokok. Sedangkan, satu siswa menuang miras dari botol bekas mineral ke gelas, lalu diberikan kepada 3 siswa lainnya yang sedang berdiri”.

Jika melihat dari alasan seseorang minum minuman keras, alasan mereka mengkonsumsi minuman beralkohol karena adanya pengaruh determinan sosial yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan mereka mengkonsumsi minuman beralkohol. Walaupun awalnya hanya sekedar coba-coba saja namun lama-kelamaan mereka menjadi ketagihan.

Oleh karena itu, teman sebaya merupakan faktor penting untuk remaja dalam mengembangkan pola kepribadian dimana seorang remaja akan mengembangkan pola kepribadian yang diakui oleh teman-teman sebayanya tersebut. Selain itu, peran keluarga pun sangat mempengaruhi keadaan psikologis remaja. Maka marilah kita menjadi orang tua, saudara dan sesama yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

Penulisan ini untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Penulisan Ilmiah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.