Anton Natun Minta Bupati Kupang Sikapi Tegas Mental Preman Kepala SD Negeri Oelbeba

Anton Natun

Kupang-InfoNTT.com,- Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Kupang yang juga anggota DPRD Kabupaten Kupang, Anton Natun angkat bicara dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang pada 31 Mei 2022 lalu.

Anton Natun secara tegas meminta para pelaku agar bertanggungjawab atas persoalan tersebut karena sudah mencoreng nama baik pendidikan di Kabupaten Kupang. Hal ini dikarenakan tindakan yang dilakukan tersebut sangat tidak terpuji, apalagi saat beraksi kepala sekolah masih menggunakan pakaian dinas.

Bacaan Lainnya

“Pemkab Kupang harus sikapi secara cepat. Kepala sekolah mental preman akan sangat berdampak terhadap proses belajar mengajar dan mental anak. Kita minta bupati melalui dinas pendidikan ambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan regulasi. Serahkan ke pihak hukum dan tindak tegas agar jangan mencoreng dunia pendidikan,” ujarnya.

Menurut Anton, jika hal ini dibiarkan maka akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan. Guru mestinya tahu esensi dari tanggungjawabnya sebagai pendidik. Guru juga harus mampu menyelesaikan masalah sebijak mungkin agar tidak timbul masalah yang membuat nama baik pemerintah rusak.

Politisi senior ini mengatakan, para pelaku jangan dibiarkan membuat pembenaran karena bukti video sangat jelas. Artinya jika pengeroyokan ini terjadi hanya karena salah paham, maka ada suatu sistem dalam sekolah yang keliru.

“Apabila pelaku diberikan sanksi tegas maka keadilan sudah ditegakkan. Kejadian ini saya berharap tidak terjadi lagi. Jika ada maslah yang sulit diselesaikan maka sampaikan ke dinas untuk dicarikan solusi, bukan main hakim sendiri,” jelasnya.

Dirinya mengusulkan agar bagaimana kepala sekolah menciptakan sistem agar kejadian serupa tidak terjadi. Jika peristiwa ini sudah terjadi, berarti sistem sekolah yang bermasalah dan kepala sekolah yang terlibat wajib hukumnya bertanggung jawab.

Sebelumnya diberitakan, Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan aksi tidak terpuji dari Kepala SD Negeri Oelbeba bersama kroni-kroninya. Para pelaku melakukan penganiayaan disertai pengeroyokan kepada salah satu guru di SD Negeri Oelbeba.

Kabar tidak mengenakkan itu viral di media sosial lewat sebuah video. Di mana nampak salah satu guru (korban) berlari minta pertolongan warga karena diduga kuat dianiaya oleh kepala sekolah dan kroni-kroninya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polisi dan sedang ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Kupang. Hingga saat ini korban sudah ditarik dan sementara waktu berkantor di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang.

Laporan: Chris Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.