4 Tersangka Baru Kasus SDN Oelbeba, Calon Tersangka Lain dalam Pengembangan Polisi

Kasat Reskrim Polres Kupang Lufthi D. Aditya, S.T.K.,S.I.K.,M.H, saat memberikan penjelasan terkait empat orang tersangka baru kasus SD Negeri Oelbeba.

Babau-InfoNTT.com,- Polres Kupang kembali menetapkan empat orang tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan di SD Negeri Oelbeba tepatnya di Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Hal ini disampaikan Kapolres Kupang AKBP FX. Irwan Arianto, S.I.K.,M.H, melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Lufthi D. Aditya, S.T.K.,S.I.K.,M.H, Senin (13/06/2022) sore.

Kasat Reskrim mengatakan, dengan adanya tambahan 4 orang tersangka, maka hingga saat ini sudah ada 6 orang tersangka. Keenam orang tersangka ini diduga ikut terlibat dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan sebagaimana dilaporkan oleh korban Anselmus Nalle (AN) melalui Laporan Nomor : LP / B / 135 / V / 2022 / NTT / Polres Kupang,  tanggal 31 Mei 2022, sehingga Penyidik/Penyidik Pembantu melakukan Tindakan Penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP. Sidik / 53 / VI / 2022 / Sat Reskrim, tanggal 08 Juni 2022.

Bacaan Lainnya

“Empat orang tersangka yang ditetapkan ini yakni EM yang merupakan istri kepala sekolah, Jemsi (JM), OL dan GT. Penetapan empat tersangka ini merupakan hasil pengembangan penyidik dari fakta-fakta, alat bukti, serta petunjuk. Penyidik juga telah lakukan Gelar Perkara dan penetapan awal dua orang  tersangka, selanjutnya hari ini kembali menetapkan empat orang tersangka. Jadi sudah ada enam orang tersangka dalam kasus ini,” ungkap Kasat Reskrim.

Menurut Lufthi, kemungkinan besar akan ada tambahan tersangka lain dalam kasus ini, sementara dilakukan pengembangan. Penyidik saat ini sementara melakukan pengembangan lanjutan. Modus dari keempat orang tersangka baru ini, karena tidak terima dengan perbuatan korban di mana korban melawan Kepala SD Negeri Oelbeba yakni Aleksander Nitti.

Barang bukti dalam kasus ini yakni satu buah kursi kayu, satu potong baju kaos warna merah dan satu potong celana pendek warna hitam di sita dari tersangka Iwan Taebenu, satu potong baju kaos berkerak warna biru pudar dan satu potong celana pendek kain warna biru pudar di sita dari tersangka Jemsi, kemudian ada handphone, satu buah batu dan dua batang kayu.

Berdasarkan hasil penyidikan dalam kasus ini, penyidik telah mendapatkan alat bukti permulaan yang cukup diantaranya keterangan saksi, surat visum serta petunjuk. Para tersangka dikenai Pasal 170 ayat (1) Subs Pasal 351 ayat (1) Juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Laporan: Chris Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.