Herry Battileo Yakin Ada Tersangka Lain Dalam Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak

Anggota Tim Pencari Fakta Independen (TPFI) Buang Sine bersama kuasa hukum keluarga korban advokat Herry Battileo, SH.,MH.

Kupang-InfoNTT.com,- Perjuangan untuk mengungkapkan aktor dibalik perkara pembunuhan ibu dan anak kini memasuki babak baru. Buang Sine yang dikenal sebagai salah satu Anggota TPFI (Tim Pencari Fakta Independen) kini bergabung dengan Advokat Herry F. F. Battileo, SH.,MH, selaku Kuasa Hukum korban Astry Manafe dan Lael Maccabee.

Hal itu nampak pada Rabu, (29/12/2021), keduanya bertemu dan bersepakat untuk mengungkap fakta hukum sesungguhnya agar terang benderang.

Bacaan Lainnya

Menurut Buang Sine, dirinya bersama Advokat Herry Battileo berencana akan menyerahkan laporan fakta-fakta terkait adanya indikasi pelaku lain dalam kematian Astri dan Lael kepada Kapolda NTT yang baru.

“Diharapkan dengan menyerahkan laporan ini, Kapolda NTT yang baru bisa menelusuri kebenaran laporan ini dan dilakukan pengembangan lebih lanjut terhadap tersangka-tersangka lain,” harap Buang Sine.

Sementara itu, kuasa hukum pihak keluarga Astrid Manafe, yakni Herry FF Battileo, SH.,MH., dalam kesempatan itu menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya untuk menghubungi Kapolda yang baru.

“Kami bersama Pak Buang dan keluarga korban akan menemui Kapolda baru untuk menyerahkan laporan tersebut,” ujarnya.

Herry Battileo juga dengan tegas meminta Kepolisian untuk berkerja secara profesional, karena pihaknya berkeyakinan ada tersangka-tersangka lain dalam kasus pembunuhan keji ini.

“Kita minta Polisi dalam hal ini Polda NTT agar bekerja secara profesional dan tidak main-main dalam menangani kasus ini. Setelah nanti kita menyerahkan bukti-bukti ke Kapolda yang baru, kita akan mengungkapkan seluruh fakta-faktanya ke ruang publik. Kita akan kupas secara tuntas,” ungkap Herry.

Hal yang sama ditegaskan Ferdi Pegho, SH, salah satu Tim Penasehat Hukum keluarga korban, bahwa dirinya juga yakin ada pelaku lain yang turut melakukan pembunuhan terhadap korban Astrid dan Lael.

“Sebagaimana rekonstruksi di TKP terakhir yakni di tempat cuci mobil, yang mana ditemukan ada bercak darah dalam mobil, sehingga penyebab kematian akibat hasil visum yang adalah dicekik itu dipertanyakan. Kami pun masih berharap Polda NTT terus bekerja untuk mengungkapkan kasus kematian ibu dan anak ini secara tuntas,” tandas Ferdi. (*Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.