Home / Tag Archives: Heronimus Bani

Tag Archives: Heronimus Bani

Juni, 2019

  • 14 Juni

    Markus Amanuban punya Cerita

    Oleh: Heronimus Bani (Penulis dan guru) Bahasa Amanuban merupakan salah satu bahasa yang digunakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi NTT. kecamatan-kecamatan Amanuban Barat, Amanuban Selatan, Amanuban Tengah, Amanuban Timur, Batuputih, Ki’e, Kolbamo, Kot Olin, Kota So’e, Kualin, Kuanfatu, Kuatnana, Noebeba dan Oenino. Bahasa Amanuban menjadi bahasa tersendiri, dan sama …

Februari, 2019

  • 4 Februari

    Cerpen Hujan dan Cintanya

    Hujan dan Cintanya By :Roni Bani Hujan beberapa hari ini cukup menggetarkan raga dan rasa. Pepohonan dan rerumputan dan berjenis hewan pun turut larut di dalam raga dan rasa alamiah mereka. Pohon yang kuat dan pongah sekalipun, tumbang pada ciuman mesra angin berputar lingkar. Dahan terkulai melemah tanda hormat dan …

Januari, 2019

  • 14 Januari

    Puisi Karya Heronimus Bani: Angin, Pohon dan Embun

    Angin, Pohon dan Embun Angin… Kulihat kau berhembus mendatangiku. Aku berdiri di sini dalam diamku. Aku tersenyum ketika kau menghembusiku. Wajahku dan seluruh ragaku bergetar. Getaran itu menyeruak dari kedalaman batinku. Berhubung kau menggerangi pori-poriku. Hingga aku terpingkal dan terjungkal. Angin… Bukan saja pori-poriku yang kau garuk bertanda. Kau pun …

November, 2018

Oktober, 2018

  • 7 Oktober

    Cerpen Minggu, Kisah kasih di sekolah

    Penulis: Heronimus Bani (cerpen minggu) Jimi dan Yani, sepasang kekasih. Mereka bersekolah di salah satu SMA di kota kecamatan itu. Setiap hari keduanya berangkat dan pulang sekolah selalu bersama. Hari itu, hari Sabtu dalam minggu itu. Kedua kekasih ini duduk di emperan sekolah setelah hari belajar berakhir. Teman-teman sudah pulang. …

September, 2018

  • 20 September

    (In memorian, Na’aman Bia) Sahabat

    Sahabat Adakah sesuatu yang lebih indah dari sahabat? Ketika sahabat tersenyum, senyum yang sama milik sahabatmu. ketika sahabat tertawa, Tawa yang sama dimiliki sahabatmu. Ketika sahabat terbahak, Adakah yang diam menaham derai tawa itu? Sahabat, Ketika engkau tersakiti, Semesterinya sakit yang sama milik sahabatmu. Ketika engkau tertunduk lesu, Semestinya ada …