Home / Tag Archives: Heronimus Bani

Tag Archives: Heronimus Bani

Cerpen Hujan dan Cintanya

Hujan dan Cintanya By :Roni Bani Hujan beberapa hari ini cukup menggetarkan raga dan rasa. Pepohonan dan rerumputan dan berjenis hewan pun turut larut di dalam raga dan rasa alamiah mereka. Pohon yang kuat dan pongah sekalipun, tumbang pada ciuman mesra angin berputar lingkar. Dahan terkulai melemah tanda hormat dan …

Read More »

Puisi Karya Heronimus Bani: Angin, Pohon dan Embun

Angin, Pohon dan Embun Angin… Kulihat kau berhembus mendatangiku. Aku berdiri di sini dalam diamku. Aku tersenyum ketika kau menghembusiku. Wajahku dan seluruh ragaku bergetar. Getaran itu menyeruak dari kedalaman batinku. Berhubung kau menggerangi pori-poriku. Hingga aku terpingkal dan terjungkal. Angin… Bukan saja pori-poriku yang kau garuk bertanda. Kau pun …

Read More »

Buku Berjudul “Bintang Kecil dari Perbatasan NKRI-RDTL” Sampai di Tangan Joni Kala

Atambua-InfoNTT.com,- Akhir dari perjalanan Touring Komunitas Bakti Motor Kupang, anggota komunitas berkesempatan mengunjungi salah satu anak dari perbatasanan Motaain, Kabupaten Belu, Sabtu (24/11/2018) yakni Joni Kala. Kunjungan ini bukan sekedar tegur sapa, namun Komunitas Motor Bakti mampir untuk bertemu sekaligus menyerahkan buku berjudul “Bintang Kecil dari Perbatasan NKRI-RDTL karya seorang guru …

Read More »

Cerpen Minggu, Kisah kasih di sekolah

Penulis: Heronimus Bani (cerpen minggu) Jimi dan Yani, sepasang kekasih. Mereka bersekolah di salah satu SMA di kota kecamatan itu. Setiap hari keduanya berangkat dan pulang sekolah selalu bersama. Hari itu, hari Sabtu dalam minggu itu. Kedua kekasih ini duduk di emperan sekolah setelah hari belajar berakhir. Teman-teman sudah pulang. …

Read More »

(In memorian, Na’aman Bia) Sahabat

Sahabat Adakah sesuatu yang lebih indah dari sahabat? Ketika sahabat tersenyum, senyum yang sama milik sahabatmu. ketika sahabat tertawa, Tawa yang sama dimiliki sahabatmu. Ketika sahabat terbahak, Adakah yang diam menaham derai tawa itu? Sahabat, Ketika engkau tersakiti, Semesterinya sakit yang sama milik sahabatmu. Ketika engkau tertunduk lesu, Semestinya ada …

Read More »