Home / News / Ujian Praktik Dan Upaya Pelestarian Budaya Di SMA Negeri 1 Fatule’u, Kabupaten Kupang

Ujian Praktik Dan Upaya Pelestarian Budaya Di SMA Negeri 1 Fatule’u, Kabupaten Kupang

Oelamasi-infontt.com – Upaya melestarikantari likurai budaya bisa dilakukan dengan beragam cara. Seperti yang dilakukan SMA Negeri 1 Fatule’u, yang mengemasnya dalam cara yang cukup unik.

Para siswa kelas satu sampai kelas tiga di sekolah tersebut wajib menampilkan tarian seni tradisional dengan kostum dari daerah asal siswa/siswi itu sendiri. Mereka menampilkan kesenian saat ujian sekolah praktik seni dan budaya.

Kepala SMA Negeri 1 Fatule’u, Ambrosius Pan, ketika dikonfirmasi (03/02/16) diruang kerjanya mengatakan, Ini sebagai upaya melestarikan budaya tradisional sekaligus menjaga kelestarian alam. Masing-masing siswa tampil bergantian sebagai rangkaian ujian praktik seni budaya yang digelar sekolah sebagai syarat kelulusan.

“Kegiatan ini merupakan ujian praktik seni budaya. Ujian kesenian melibatkan semua siswa kelas satu sampai tiga yang dibagi dalam beberapa kelompok,” kata Kepala SMA Negeri 1 Fatule’u.

Menurut Ambrosius, untuk mendapat nilai terbaik, kostum siswa yang digunakan harus menggunakan kostum daerah masing-masing dan harus berbeda dengan lainnya. Sehingga para siswa dituntut lebih kreatif.

“Ujian ini merupakan sarana pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter kemandirian siswa, sebelum menghadapi ujian nasional,” paparnya.

Salah satu guru kesenian yang enggan menyebutkan namanya menjelaskan, Kegiatan praktek tarian ini harus dilakukan pada semua sekolah yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kebudayaan tradisional ini merupakan jati diri bangsa yang dicerminkan melalui kekhasan tarian, tradisi, pakaian ataupun seni lainya. Sangat disayangkan bila kebudayaan tersebut harus tergeser dengan kebudayaan modern. Kita perhatikan saja saat ini, nasib kebudayaan bangsa kita ini. Hampir tidak ada baunya,”ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda sebagai penerus bangsa yang saharusnya mewarisi kultur budaya daerahnya sendiri seharusnya lebih memiliki rasa memiliki dan ingin belajar sebagai aspek pendukung pelestarian kebudayaan tradisional agar ke depannya budaya tradisional tidak hilang dimakan zaman. (Chris)

 

Check Also

Geli dan Gelisa, Seri Tulisan Perjalanan di Payap University Chiang Mai Thailand

InfoNTT.com-, Pembaca, yang saya hormati. Sampai dengan saat ini saya sungguh menghormati saudara-saudara yang sudi …

Tinggalkan Balasan