Kunker ke Amabi Oefeto Timur, Wabup Kupang Minta Panitia TJPS Jangan Membuat Susah Warga

Kunjungan kerja Wakil Bupati Kupang di Kecamatan Amabi Oefeto Timur

Amabi-InfoNTT.com,- Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Selasa (04/08/2020) siang. Pada kunjungan tersebut, Wabup Kupang berdiskusi banyak hal terkait dengan perkembangan dan persoalan yang ada di Kecamatan Amabi Oefeto Timur.

Dalam kunjungan kali ini, Wabup Kupang menyoroti kinerja panitia pengumpul TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) agar memperhatikan masyarakat secara serius. Jangan masyarakat diberikan beban hutang sampai 2 atau 3 bulan, seharus ambil barang segera dibayar.

Read More

”Saya akan sampaikan langsung ke propinsi bahwa ini TJPS merupakan program gubernur, kenapa jagung masyarakat sudah diambil tapi kok sampai 2 atau 3 bulan belum dibayar,” ungkap Jerry Manafe.

Menurut Wabup, hasil diambil dari pertengahan bulan Juni sampai dengan sekarang sudah di awal bulan Agustus namun belum terselesaikan, kasihan masyarakat dalam kondisi covid ini sudah tidak bisa berjualan dengan baik. Jagung milik masyarakat diambil tapi belum direalisasikan jug pembayaran.

”Saya ingatkan para pengumpul atau kordinator itu harus segera membayar,” tegasnya.

Wakil Bupati Kupang saat berdiskusi dengan para kepala desa dan BPD di Kantor Camat Amabi Oefeto Timur

Pada kesempatan tersebut, Jerry juga meminta masyarakat untuk memperhatikan hutan, karena Oemofa salah satu daerah yang hutannya cukup bagus, tetapi banyak penebangan liar, sehingga air yang bagus itu kini sudah kering, bahkan juga kedalaman air tanah pun turun sangat jauh.

“Tadi saya dengar sampai 90 meter pun belum dapat air yang cukup. Desa Oenuntono dengan program airnya 1,4 Milyar pun harus susah karena debit air kecil. Saya harapkan camat dan para kepala desa untuk jaga hutan yang ada di Amabi Oefeto Timur,” ujarnya.

Wabup Kupang juga meminta agar semua kepala desa utamakan program bor air terlebih dahulu, karena memang dilihat tahun ini curah hujan sangat kurang, tidak tahu tahun depannya seperti apa. Jadi harus banyak bor air.

“Luas wilayah dari dari kecamatan di tiap-tiap desa akan perlu terus kita roling untuk melihat dan dengar langsung dari masyarakat dan kepala desa serta camat, karena terkadang yang mereka lapor di kantor beda dengan pengaduan lapangan. Maka dari itu saya bersama teman-teman wartawan ke lapangan dan banyak hal yang kita tahu serta, pada akhirnya banyak masalah yang diselesaikan secara langsung,” ujar Wabub.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Amabi Oefeto Timur ini dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Kupang, Kepala Inspektorat Kabupaten Kupang, Kabid Bina Marga Kabupaten Kupang, Camat Amabi Oefeto Timur, Para Kepala Desa se Kacamatan Amabi Oefeto Timur, BPD perwakilan dari tiap tiap desa dan warga.

Laporan: Chris Bani

Related posts

Leave a Reply