Home / Budaya / Hendak Menggapai Masa Depan (seri 2)

Hendak Menggapai Masa Depan (seri 2)

Hendak Menggapai Masa Depan (seri 2)

 

Rindu dan teman-temannya menampilkan tarian hasil kreasi mereka. Mereka dibimbing oleh seorang Koreogrfer handal. Setiap penari seakan membawakan satu peran berbeda dari penari lainnya. Candu dan teman-teman yang mendapatkan undangan duduk di sana menyaksikan bertunjukan itu. Gerakan-gerakan tari nampak indah.

Ada tiga sesi dalam gerakan tari itu. Sesi yang menceirtakan bagaimana ASN di satu unit instansi yang kurang berdisiplin masuk keluar kantor yang dibumbui kompetensi ASN yang lemah di zaman yang membutuhkan kerja cerdas tepat dan cepat. Zaman dimana orang menggunakan aplikasi e-budgeting, e-planning, e-musrenbang. Di sana sebahagian di antara para ASN seakan menghindar dari tugas-tugas ketika harus berhadapan dengan pemanfaatan produk teknologi informasi komunikasi (TIK).

Sesi lainnya bercerita tentang pelayanan di dunia pendidikan. Sesi ini dominan dikisahkan dalam tarian Rindu dan teman-temannya. Rendah minat baca, mendongkrak kemampuan belajar pada bidang-bidang studi tertentu, hingga kemampuan guru pada zaman dimana pembelajaran mesti mulai proses pembelajaran dengan basis teknologi informasi komunikasi. Ada masa transisi dalam lompatan dimana para guru yang terbiasa bekerja secara amat manual (tradisional) beralih ke dunia digital dengan sejumlah aplikasi yang mesti dapat diakses dan dimanfaatkan oleh para guru. Sesi tarian ini banyak berkisah yang menjadikan hati penonton termasuk Candu ikut merasakannya.

Sesi ketiga dari tampilan Rindu dan teman-temannya, nampak pada aspek kesehatan. Satu tampilan di sudut ruang yang disebutkan namanya ICU. Di sana keluarga pasien tidak memahami secara baik dan benar apa itu ICU. Mereka secara enteng menganggap ruangan itu biasa-biasa saja sehingga masuk-keluar tanpa aturan. Sementara para petugas tidak berdaya menghadapi keluarga pasien.

Dari ketiga sesi ini para penari diberi standing applaus yang meriah. Satu nomor tari kreasi baru yang kiranya hendak menyadarkan dunia birokrasi, pendidikan dan kesehatan, pentingnya karakter, moral, etika dan kompetensi manusia zaman ini. Manusia tidak hanya cerdas, pandai dan ahli mumpuni, tapi harus berakhlak mulia. Manusia licik dan licin, koruptif mesti jauh dari dunia pelayanan publik.

Candu dan teman-teman yang menonton, pada akhirnya saling pandang dan saling menyalami sebagai tanda senang. Mereka telah mendapatkan undangan menghadiri, menyaksikan dan menyampaikan opini pada sesi-sesi tarian itu.

Candu dan teman-teman menyampaikan harapan pada Rindu dan teman-temannya, bahwa, masa depan sebagai orang pribadi dalam institusi atau unit kerja akan terbangun dari inovasi kreatif yang dimulai dari ide segar di sini.

Mari menyongsong dan menggapai masa depan.

 

 

Heronimus Bani

Koro’oto, 13 November 2019

Check Also

Menakar Perkada APBD Rote Ndao dan TTU Serta Implikasi Untuk Rakyat

Oleh: Epy Klau Awal tahun 2020, masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) disuguhi polemik yang …

Tinggalkan Balasan