Home / News / Air Terjun Taplel Butuh Sentuhan

Air Terjun Taplel Butuh Sentuhan

newOesusu, infontt. Obyek Wisata Air terjun Taplel yang tertletak di Desa Oesusu, Kec. Takari, Kab. Kupang membutuhkan sentuhan tangan pemerintah. Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 20 meter ini, dibiarkan begitu saja tanpa perawatan.

Berjarak kurang lebih 700 meter dari jalan utama Timor Raya, tepatnya di Depot Persemaian Cendana Hutan Kaut, Desa Oesusu.  Untuk mencapai lokasi ini, ada dua pilihan yaitu tracking dan bersepeda motor. Boleh berjalan kaki, ataupun Pengunjung bisa saja berkendara roda dua hingga ke lokasi air terjun.

Dengan sepeda motor, pengunjung akan melewati jalur yang cukup menantang. Jalan yang ada, dibangun darurat dengan lebar hanya satu meter. Terdapat sebuah jembatan darurat dari kayu. Disini para pengendara dipacu adrenalinnya, sebab jembatan tersebut berlandaskan potongan-potongan bambu yang sebagiannya sudah rapuh.

Pantauan infontt.com ke lokasi wisata tersebut, tampak beberapa fasilitas tidak berfungsi lagi. MCK yang disediakan tidak berfungsi lagi. Fasilitas yang masih dapat digunakan disana adalah dua buah lopo yang dibangun di sekitar lokasi air terjun.

Kurangnya fasilitas MCK disini menjadi alasan tersendiri bagi beberapa pengunjung yang memilih untuk tidak mandi dan bercebur ke lokasi air terjun. Beberapa pengunjung yang datang sekadar mengabadikan keindahan air terjun Aplel atau hanya berselfi ria. Sebab kalau sampai harus mandi, tak ada tempat untuk mengganti pakaian dan cepuran badan.

Seorang pengunjung yang tak mau dipublikasikan namanya mengungkapkan “ini air terjun bagus..tapi sepertinya sonde ada perhatian dari pemerentah, di depan sana (gapura masuk), papan nama cukup mewah, tau-tau air terjunnya sonde terawat, kalau mau mandi na katong mau ganti pakaian dimana. Ko kamar mandi su son jadi lai a..” ungkapnya kesal.

Animo masyarakat untuk mengunjungi air terjun yang terletak  di tengah hutan Diklat Kehutanan Kupang ini, cukup ramai di hari libur. Tampak para pengunjung lebih didominasi oleh kaum muda.

Obyek wisata ini belum dikenakan retribusi bagi pengunjung. Tak ada penjaga khusus yang bertugas menagih dengan karcis layaknya di tempat-tempat wisata lainnya di Kab. Kupang.

Pemerintah Daerah, dalam hal ini dinas terkait, diharapkan mampu melihat aset berharga ini, yang tak boleh diabaikan begitu saja. Bila dikelola dengan baik, tentu akan memberikan kontribusi bagi daerah ini.  (dn)

Check Also

Denpomal Lanal Maumere Musnahkan 9 Jerigen Miras Jenis Moke

Maumere – InfoNTT.com,- Denpomal Lanal Maumere berhasil musnahkan barang bukti sitaan minuman keras jenis arak …

Tinggalkan Balasan