Home / Sastra (page 3)

Sastra

Curhat basambung si Ica (3)

KEPADA(MU) Kepadamu janji dan ingkar Kepadamu rasa dan kecewa Kepadamu luka dan tangis Kepadamu bahagia dan tawa Kepadamu sesak dan kehilangan Kepadamu ego dan waktu Kepada kamu dan aku kepada kita – cukup terus berjalan dalam doa-doa yang terus dipanjatkan. JEJAK KEHILANGAN Langkah beriringan tangan yang terus menggenggam, meninggalkan kenang …

Read More »

Curhat basambung si Ica (2)

Lelah Kini telah sampai pada batas jiwa menetap ataukah harus melangkah pergi meninggalkanmu? Menjauh ataukah tetap berada di sisimu dengan penuh kepalsuan? Lelah… Bagaimana lagi caranya kau tuangkah bahagia? Bisakah kau? Jika lelah… maka lepaslah! Maria Anilsa Adak, Kupang-Kampung Baru – Penfui, 11 Oktober 2017 Kepada teman lama yang butuh

Read More »

ketika angin…

Seorang penulis lepas di infontt.com suka bermain dengan kata-kata indah. Beberapa untaian kalimat telah diposting dalam bentuk puisi-puisi. Maria Anilsa Adak, ketika mengalirkan kata-kata puitis, ia memberi secara indah. Dua di antaranya yang dimixkan (RB-MAA) sebagai berikut: Shalom, Ketika angin teduh, kebisuan datang ditingkahi longlongan anjing betina dalam bungkus pekatnya …

Read More »

Waktu dalam Hari

Waktu dalam Hari Waktu mengandung hari. Ia menghitung maju dan lurus dalam satuan-satuan waktu miliknya. Ia memberi tanda dengan fajar. Ia mendorong datangnya surya pagi. Ia mengiringi kesibukan insan sejagat, baik dalam suka maupun duka. Ia menyaksikan peristiwa alami nan menghibur pun mencekam. Ia turut merasakan pahit-getirnya warna kekelaman, dan …

Read More »

Tuan, segelas kopimu

Tuan, segelas kopimu Tuan,…, Kopi yang kau sajikan pagi ini, warnanya pekat, apakah sepekat itu rindumu padanya? atau… sepahati kenyataan bahwa kau telah tiada? Tuan,… Kopi yang kau sajikan pagi ini, kau seruput apakah sambil mengingatnya? atau… dia yang ada di masa lalumu? Tuan,… Kupikir kau sudah jauh melangkah, sampai …

Read More »

Tuan, ‘ku rindu padamu

Tuan, kadang kau semerah senja, begitu indah dipandang, membuat senyum di bibirku, lalu, aku merindukanmu. Tapi… Tuan,… kadang kau seperti hujan, datang sesuka hatimu, membawa kenangan lalu pergi, membawa harapan dan asa. Tuan,… senja dan hujan, kaupun mungkin demikian, menawarkan keindahanmu, lalu… kau buatkan rindu menggreget… hatiku… kau membangkitkan kenangan …

Read More »
Translate »
error: Content is protected !!