Rabu , Desember 13 2017
Home / Sastra (page 2)

Sastra

Si Ica Pecah Tangis?

AMERTA Pecah hati ini ketika melihat kembali kenangan, rasa takut terpuruk begitu kuat menghantui malam, walau derai hujan selalu membawa kenangan pedih, tentang kehilangan… Aku tetap saja merindu, walau hati kian merentak tak lagi bisa tersentuh… Malam kian pekat dan kesunyian kian bertambah hebat, seakan meramu semuanya pada hati yang …

Read More »

Curhat basambung si Ica (4)

TATAP dan TETAP Sudah kuceritakan tentangnya, Tak banyakyang tahu tentang menyukai… atau disukai … Tak banyak yang ia ketahui tentang bagaimana kau mencoba untuk mengatakan, atau sekedar memberitahukan bahwa kau suka! TIDAK! Tak akan dimengerti isyaratmu… Tatapanmu… tetap membuatnya membeku bahkan mati suri… Tak ada yang berubah… kecuali sedikit kata …

Read More »

Kurut-Kaet ‘To’ef Mutis

Mutis, ‘To’ef amnanu’ ‘To’ef a’ratas, ‘To’ef pah Meto’. Mutis, mpafa’ ho aanh ein, mpanat ho uup ein, muskau mu’aifat. Mutis upun ma pinis, naneet enpeo’ ko na’ko Uisneno Mutis, mukrisin pah ii, anjarin tetus, neu Indonesia. Mutis, aar saa’ ii njarin, fai neno unu, nbin maatk amnita’. Mutis, neno ma …

Read More »

Persatuan orang Timor, Tanah Timor (terjemahan)

Teks tutur yang telah digubah menjadi lagu, dinyanyikan oleh Grup para Pengawas Pembina Guru Mata Pelajaran Sekolah menengah pertama. Disiapkan dan Digubah menjadi Lagu Khusus dalam rangka Perayaan Hari Ulang Tahun Kota Oelamasi ke-11 Nekaf mese’ ma ansaof mese’, Pah Meto’ Ciptaan: Heronimus Bani & Pinus Niron Pah Meto’, Usif …

Read More »

Curhat basambung si Ica (3)

KEPADA(MU) Kepadamu janji dan ingkar Kepadamu rasa dan kecewa Kepadamu luka dan tangis Kepadamu bahagia dan tawa Kepadamu sesak dan kehilangan Kepadamu ego dan waktu Kepada kamu dan aku kepada kita – cukup terus berjalan dalam doa-doa yang terus dipanjatkan. JEJAK KEHILANGAN Langkah beriringan tangan yang terus menggenggam, meninggalkan kenang …

Read More »

Curhat basambung si Ica (2)

Lelah Kini telah sampai pada batas jiwa menetap ataukah harus melangkah pergi meninggalkanmu? Menjauh ataukah tetap berada di sisimu dengan penuh kepalsuan? Lelah… Bagaimana lagi caranya kau tuangkah bahagia? Bisakah kau? Jika lelah… maka lepaslah! Maria Anilsa Adak, Kupang-Kampung Baru – Penfui, 11 Oktober 2017 Kepada teman lama yang butuh

Read More »

Curhat basambung si Icha (1)

Ada yang datang memberi luka walau tak menetap lama. Ada yang hadir memberi tawa, dan kaupun demikian, menghapus masa sulitku dengan senyhum yang kau punya. Tahukah dirimu bagaimana bersyukurnya aku akan hal itu? Ketika yang lalu tak lagi mau berjuang bersama, kau hadir dan membawa canda, menjadikan itu canduku yang …

Read More »

ketika angin…

Seorang penulis lepas di infontt.com suka bermain dengan kata-kata indah. Beberapa untaian kalimat telah diposting dalam bentuk puisi-puisi. Maria Anilsa Adak, ketika mengalirkan kata-kata puitis, ia memberi secara indah. Dua di antaranya yang dimixkan (RB-MAA) sebagai berikut: Shalom, Ketika angin teduh, kebisuan datang ditingkahi longlongan anjing betina dalam bungkus pekatnya …

Read More »

Waktu dalam Hari

Waktu dalam Hari Waktu mengandung hari. Ia menghitung maju dan lurus dalam satuan-satuan waktu miliknya. Ia memberi tanda dengan fajar. Ia mendorong datangnya surya pagi. Ia mengiringi kesibukan insan sejagat, baik dalam suka maupun duka. Ia menyaksikan peristiwa alami nan menghibur pun mencekam. Ia turut merasakan pahit-getirnya warna kekelaman, dan …

Read More »