Rabu , September 20 2017
Home / Sastra

Sastra

ketika angin…

Seorang penulis lepas di infontt.com suka bermain dengan kata-kata indah. Beberapa untaian kalimat telah diposting dalam bentuk puisi-puisi. Maria Anilsa Adak, ketika mengalirkan kata-kata puitis, ia memberi secara indah. Dua di antaranya yang dimixkan (RB-MAA) sebagai berikut: Shalom, Ketika angin teduh, kebisuan datang ditingkahi longlongan anjing betina dalam bungkus pekatnya …

Read More »

Waktu dalam Hari

Waktu dalam Hari Waktu mengandung hari. Ia menghitung maju dan lurus dalam satuan-satuan waktu miliknya. Ia memberi tanda dengan fajar. Ia mendorong datangnya surya pagi. Ia mengiringi kesibukan insan sejagat, baik dalam suka maupun duka. Ia menyaksikan peristiwa alami nan menghibur pun mencekam. Ia turut merasakan pahit-getirnya warna kekelaman, dan …

Read More »

Tuan, segelas kopimu

Tuan, segelas kopimu Tuan,…, Kopi yang kau sajikan pagi ini, warnanya pekat, apakah sepekat itu rindumu padanya? atau… sepahati kenyataan bahwa kau telah tiada? Tuan,… Kopi yang kau sajikan pagi ini, kau seruput apakah sambil mengingatnya? atau… dia yang ada di masa lalumu? Tuan,… Kupikir kau sudah jauh melangkah, sampai …

Read More »

Tuan, ‘ku rindu padamu

Tuan, kadang kau semerah senja, begitu indah dipandang, membuat senyum di bibirku, lalu, aku merindukanmu. Tapi… Tuan,… kadang kau seperti hujan, datang sesuka hatimu, membawa kenangan lalu pergi, membawa harapan dan asa. Tuan,… senja dan hujan, kaupun mungkin demikian, menawarkan keindahanmu, lalu… kau buatkan rindu menggreget… hatiku… kau membangkitkan kenangan …

Read More »

Tuan, hatiku remuk

Tuan, jika suatu saat terpikir dalam benakmu untuk kembali, cobalah mengubah arah langkah kakimu. Jika nanti kau dapati tak ada yang bisa menyayangi dengan sepenuh hati, seperti yang lalu, maka cobalah yakinkan hatimu kembali. Dan jika nanti kau dapati tak ada jalan pulang pada hati yang telah lebih dulu dilanda …

Read More »

Maria Anilsa Adak: Dilema Cinta Sang Gadis

Infontt.com,- Banyak orang ingin menikmati indahnya jatuh cinta hanya pada satu orang saja, tetapi sebagian orang tidak bisa menemukan cinta pada satu orang, malah Sebaliknya jatuh cinta pada orang lain lagi. Sebagian orang lagi, terpaksa harus pasrah menikmati cinta, karena sudah berulang kali dilukai atas nama cinta. ****** Gadis itu …

Read More »

Mari berpantun ria (1)

Raja burung mengakasa raya Menilik samudera sebagai jalan raya. Mendorong cita, visi mengangkasa, Kiranya hati haruslah perkasa. Berjerih lelah di hari siang, Termenung renung menjelang petang. Berkejar-kejaran berebut kursi, Berakhir di finis hanyalah sekursi. Nantikan hari menjelang fajar, Doa dipanjatkan pada si bintang fajar. Indahlah nian bila bersinar, Gapaiannya dengan …

Read More »

Hoax, Bully, Madu dan Kerbau

Hoax, bully, madu dan kerbau Menakar waktu, mendulang hari. Menjulang gunung, menjunjung langit. Siapa dapat memenjarakan angin? Hoax bertabur fitnah akan dipetik. Beribu bintang bertebaran di langit, Awan-gemawan terbang di bawahnya. Adakah selebriti dan jenderal menggapainya Bila berujar saja bbully nan ejek menyertainya. Bunga di padang kembang berkumbang. Sumber manis …

Read More »

Biarkan Aku Berteduh di …

Diam … Bisu … . Tenang … Lengang … . Hening … . Bening … Teduh … . Kegaduhan tak mengganggu diamnya aku. Suara jangkrik tak mampu menembus kebisuan. Tangis bayi menetek tak menggubris ketenangan. Nyanyian nada gembira anak tak mengusik lengangnya area. Dalam keheningan sang pendo’a ingin memanjatkan syukur. …

Read More »

Menggantung harap pada sang Asa

Alkisah, suatu ketika seorang gadis bergelar sarjana ekonomi beranjangsana ke desa Mamut. Ketika dia berangkat dari kota, ada sejumlah data dan informasi yang telah ia kantongi. Nama desa, potensi manusianya, potensi alamnya, budaya dan lain-lain. Seluruh data dan informasi yang dimiliki itu bersifat mentah, sehingga ia memutuskan untuk tiba di …

Read More »