Home / Puisi (page 4)

Puisi

ketika angin…

Seorang penulis lepas di infontt.com suka bermain dengan kata-kata indah. Beberapa untaian kalimat telah diposting dalam bentuk puisi-puisi. Maria Anilsa Adak, ketika mengalirkan kata-kata puitis, ia memberi secara indah. Dua di antaranya yang dimixkan (RB-MAA) sebagai berikut: Shalom, Ketika angin teduh, kebisuan datang ditingkahi longlongan anjing betina dalam bungkus pekatnya …

Read More »

Waktu dalam Hari

Waktu dalam Hari Waktu mengandung hari. Ia menghitung maju dan lurus dalam satuan-satuan waktu miliknya. Ia memberi tanda dengan fajar. Ia mendorong datangnya surya pagi. Ia mengiringi kesibukan insan sejagat, baik dalam suka maupun duka. Ia menyaksikan peristiwa alami nan menghibur pun mencekam. Ia turut merasakan pahit-getirnya warna kekelaman, dan …

Read More »

Balada si Monyet, Geram si Kuntil’anak

Balada si Monyet, Geram si Kuntil’anak (Heronimus Bani) Adalah seekor monyet, Ia ditangkap dan dibawa dari hutan rimba. Habitatnya dibabat pembalakan, dibakar penari api. Ia terjepit masuk perangkap, hingga dibawa dalam dekapan. Ia sebangsa dengan kode, sekeluarga dengan siamang dan simpanse. Bahkan orang utan dan gorila. Ia dipelihara seseorang bernama …

Read More »

Tuan, segelas kopimu

Tuan, segelas kopimu Tuan,…, Kopi yang kau sajikan pagi ini, warnanya pekat, apakah sepekat itu rindumu padanya? atau… sepahati kenyataan bahwa kau telah tiada? Tuan,… Kopi yang kau sajikan pagi ini, kau seruput apakah sambil mengingatnya? atau… dia yang ada di masa lalumu? Tuan,… Kupikir kau sudah jauh melangkah, sampai …

Read More »

Tuan, ‘ku rindu padamu

Tuan, kadang kau semerah senja, begitu indah dipandang, membuat senyum di bibirku, lalu, aku merindukanmu. Tapi… Tuan,… kadang kau seperti hujan, datang sesuka hatimu, membawa kenangan lalu pergi, membawa harapan dan asa. Tuan,… senja dan hujan, kaupun mungkin demikian, menawarkan keindahanmu, lalu… kau buatkan rindu menggreget… hatiku… kau membangkitkan kenangan …

Read More »

Tuan, hatiku remuk

Tuan, jika suatu saat terpikir dalam benakmu untuk kembali, cobalah mengubah arah langkah kakimu. Jika nanti kau dapati tak ada yang bisa menyayangi dengan sepenuh hati, seperti yang lalu, maka cobalah yakinkan hatimu kembali. Dan jika nanti kau dapati tak ada jalan pulang pada hati yang telah lebih dulu dilanda …

Read More »