Sabtu , September 23 2017
Home / Puisi (page 3)

Puisi

Mama, Tersenyumlah

By: Heronimus Bani Mama, … Ketika tanpa sengaja aku memandang potretmu, Aku terkenang padamu. Mama, Pada rahimmu Tuhan menitipkan anak dan anak-anak-Nya, Mama menyebut anak dan anak-anak-Nya sebagai anak dan anak-anakmu, Buah cinta, kasih dan sayang Papa dan Mama, Aku satu di antara anak dan anak-anak-Nya, anakmu Aku menikmati dan …

Read More »

Menemukan Udara Baru

By: Heronimus Bani Mula aksara kumasuki atmosfir edukasi, Kutemukan udara sejuk nuansa kasih. Rotasi waktu bergulir tanpa henti, Mengikuti revolusi planet bumi terhadap matahari, Hingga berhitung dalam kalender matahari, Sambil memperhitungkan revolusi bulan terhadap bumi, Yang mengantar kalender bulan terkalkulasi. Seluruh waktu isinya cure, instructional, mengantar kaum pelajar, Membelah insan …

Read More »

Maka, Tolonglah Dirimu

Heronimus Bani Senja mendekat ke bibir peraduannya. Teluk Mutiara diam dalam bisunya. Karang-karang di bibir pantai kokoh pada kedudukannya. Kerikil pantai enggan bergeser dari pembaringannya. Terdengar suara ramai melengking. Menggoncang sukma ketika malam menjelang. Hari telah berlalu ketika suara-suara itu terdengar, “tolong, tolong, tolong!” Gerangan apa sang gema menggaungkan teriak …

Read More »

Puisi Cinta|Untukmu Bidadari ku

Seakan semuanya mudah Dia yang sangat mempesonaku Setiap perbuatannya selalu mengundang perhatianku Sungguh dia tak pernah lekang dari benakku Kupastikan langkah tegasku Tegar gemintar untuknya Mencoba menguatkan tekat hingga bulat Mengumpulkan semua peluh menyiksa Waktu terus berjalan Bumi terus berputar Ku coba melangkah Ku coba menapaki jejak hidupnya Namun, jalanku …

Read More »

Kepada PT Sinbers : Balada Tanaman Tertindas

Kutatap gunduk daun yang meratap sedih Puing-puing tanaman telah bertebaran termakan tanah Aku tak bernyawa lagi Nafasku telah terpenggal oleh angkuh roda buldozermu yang tak kenal siapa tuan, siapa pemilik Kau serakah menyerang aku membabibuta remukkan nyawa yang kokoh berdiri diantara seribu penghuni alam yang tak kenal siapa kau Kau …

Read More »

Puisi, ” TELAT”

Kutatap seribu senyum yang menepi di sudut kamar Ada bias malam masih membungkam dicahaya renbulan Aku pun bersandar diriba gurau semalam yang terlelap mimpi sejagat. Pelangi pagi membias fajar Melukis indah pada deret kisah yang pernah berucap dari bibir alam yang sedang berziarah diawal kehidupan Kau malah terlelap di ketiak …

Read More »

Getar Nadi Guru dari Angin Selatan

By: Heronimus Bani Hai cakrawala, bintang gemintang, dan bulan rembulan, pengantar syahdu puisi cinta, Lihat guru itu! Ia menenteng tas kusut dan memapah buku lusuh. Wajah berseri yang dibuat-buat nampak mekar indah di pagi hari, seindah mentari pagi yang sejuk. Wajah yang sama akan layu bersama wibawa lima hingga tujuh …

Read More »

Sapi dan Rusa, Kancil dan Buaya

Tuhan… Andaikan sapi beranak rusa, Dan rusa beranak kancil, Pasti dunia terbelalak. Sayangnya… sapi beranak anak sapi inseminasi, karena kawin tak normal dengan tangan manusia yang menjumput cairan benih sapi bermutu. Dan kelahirannya menyesakkan napas dan hampir selalu membunuh si induk sapi, dan lagi meneteskan air mata si peternak, sambil …

Read More »

Sangga Malole

Menanti mentari pagi, Gemas tak cemas, niat bertimbun di lengkungan haik, Langkah berayun naik, Roda bergulir memunggung jalan beraspal hot miks. Nur ilahi menggandeng lagi mengantar nurani. Berenang seberangi teluk dan selat, Memunggung laut, membelah ombak mengombak. Membuang sauh menambat temali, Nusa malole titian malole Pulau Rote nusa Lote malole, …

Read More »

Menanti Kemerdekaan

Merdeka!! Wahai anak bangsa, Sudahkah kamu menikmati alam kemerdekaan? Pekik merdeka telah terdengar. Merdeka! Sekali lagi: Merdeka! Merdeka! Gegap gempita merdeka telah teralami. Merdeka sebagai bangsa sudah terjadi. Merdeka sebagai kaum sudah nyata. Tapi… Apakah kita benar-benar telah merdeka? Sesungguhnya kita belum merdeka secara utuh! Ada anak bangsa terpinggirkan. Ada …

Read More »