Home / Puisi (page 3)

Puisi

Mutiara Kata buat Guruku

Mutiara kata buat Guruku Jika aku saat ini Hanyalah sebongkahan batu tak bernilai, Maka, suatu saat nanti akan bermakna dan bernilai Bahkan berharga dan mulia. Aku sadar jika aku belum apa-apa tanpamu, guruku. Engkau seperti matahari yang menyinari bumi di siang hari, Dan seperti rembulan  yang menerangi bumi di malam …

Read More »

Sramat Sambut Baptisan

Hari itu, hari Minggu (5/11), bapak Welhenci Isliko dan ibu Pdt. I. C. Isliko-Nalle beserta dua keluarga lainnya membawa anak-anak mereka ke gereja. Mereka ingin anak-anak itu mendapatkan materai kudus milik kepunyaan sang Khalik. Mereka disambut dengan a’asramat/natoni/takanab/basan seperti berikut ini. Hai mbaiseun ma mronaen meu Sonaf Tetus In Uisn …

Read More »

Tetap menulis

(puisi) Banyak kali kata-kata itu membuat sayapnya patah, bahkan sebelum mencoba terbang lebih tinggi lagi. Akan tetapi berapa banyak pun itu, selalu ada yang berkata untuk jangan menyerah. Mungkin saja sakit, atau membuatnya berapi-api dalam amarah ketika ia membuat sesuatu dan tak diterima lalu mulai menjelaskan banyak hal hanya untuk …

Read More »

Si Ica Pecah Tangis?

AMERTA Pecah hati ini ketika melihat kembali kenangan, rasa takut terpuruk begitu kuat menghantui malam, walau derai hujan selalu membawa kenangan pedih, tentang kehilangan… Aku tetap saja merindu, walau hati kian merentak tak lagi bisa tersentuh… Malam kian pekat dan kesunyian kian bertambah hebat, seakan meramu semuanya pada hati yang …

Read More »

Curhat basambung si Ica (4)

TATAP dan TETAP Sudah kuceritakan tentangnya, Tak banyakyang tahu tentang menyukai… atau disukai … Tak banyak yang ia ketahui tentang bagaimana kau mencoba untuk mengatakan, atau sekedar memberitahukan bahwa kau suka! TIDAK! Tak akan dimengerti isyaratmu… Tatapanmu… tetap membuatnya membeku bahkan mati suri… Tak ada yang berubah… kecuali sedikit kata …

Read More »

Curhat basambung si Ica (3)

KEPADA(MU) Kepadamu janji dan ingkar Kepadamu rasa dan kecewa Kepadamu luka dan tangis Kepadamu bahagia dan tawa Kepadamu sesak dan kehilangan Kepadamu ego dan waktu Kepada kamu dan aku kepada kita – cukup terus berjalan dalam doa-doa yang terus dipanjatkan. JEJAK KEHILANGAN Langkah beriringan tangan yang terus menggenggam, meninggalkan kenang …

Read More »

Curhat basambung si Ica (2)

Lelah Kini telah sampai pada batas jiwa menetap ataukah harus melangkah pergi meninggalkanmu? Menjauh ataukah tetap berada di sisimu dengan penuh kepalsuan? Lelah… Bagaimana lagi caranya kau tuangkah bahagia? Bisakah kau? Jika lelah… maka lepaslah! Maria Anilsa Adak, Kupang-Kampung Baru – Penfui, 11 Oktober 2017 Kepada teman lama yang butuh

Read More »