Sabtu , September 23 2017
Home / Puisi (page 2)

Puisi

Hoax, Bully, Madu dan Kerbau

Hoax, bully, madu dan kerbau Menakar waktu, mendulang hari. Menjulang gunung, menjunjung langit. Siapa dapat memenjarakan angin? Hoax bertabur fitnah akan dipetik. Beribu bintang bertebaran di langit, Awan-gemawan terbang di bawahnya. Adakah selebriti dan jenderal menggapainya Bila berujar saja bbully nan ejek menyertainya. Bunga di padang kembang berkumbang. Sumber manis …

Read More »

Wakil Rakyat, Tak Merakyat

Dewan Perwakilan Rakyat Namun hidup tak merakyat. Kepercayaan terjual oleh harta, hidup bagaikan dewa di atas budak. Hidup di atas penderitaan semua orang. Tak peduli sesama. Bahagia mereka. Duduk manis di gedung DPR, nyaman kursi membuat jati diri mereka hilang, nyaman ruang DPR dipenuhi AC kantuk diri ini. Mereka tidur, …

Read More »

Bacalah! Tulislah! Karena besok kamu …

Bacalah! Tulislah! Karena besok kamu … Hai Sobat, Kamu masih waras, bukan? Ambillah buku bernas, bacalah! Kamu melek aksara, bukan? Tengoklah literatur, bacalah! Hai Sobat, Kamu tidak gagap, bukan? Berpendapatlah secara terbuka, jujur dan jentelmen. Kamu mengenal aksara, bukan? Menulislah! Hai sobat, Gores dan guratkan idemu biar berprasasti. Selagi masih …

Read More »

Apakah Keadilan Hukum Sebuah Ilusi?

Ketika hukum berbicara soal keadilan, ketika hukum berbicara soal kepastian ketika hukum berbicara soal persamaan dimana hukum ketika dibutuhkan Ketika hukum mengatakan anti diskiriminasi ketika hukum mengatakan anti ketidak adilan ketika hukum mengatakan anti perbedaan dimana hukum ketika ditegakkan secara diskriminasi Mengapa si kaya bisa bebas lepas dengan bagitu mudahnya …

Read More »

Biarkan Aku Berteduh di …

Diam … Bisu … . Tenang … Lengang … . Hening … . Bening … Teduh … . Kegaduhan tak mengganggu diamnya aku. Suara jangkrik tak mampu menembus kebisuan. Tangis bayi menetek tak menggubris ketenangan. Nyanyian nada gembira anak tak mengusik lengangnya area. Dalam keheningan sang pendo’a ingin memanjatkan syukur. …

Read More »

Puisi| Mayana Runesi : Daun-Daun Yang Gugur

Masihkah kau ingat cerita lama…. Ketika alam masih padat dengan ramah… Pepohonan masih hijau dengan kata.. Daun-daun masih segar penuh makna? Masihkah kau ingat senandung lama Kala mata menjadi pintu hati bicara? Lantaran sedih tak pernah sendiri dirasa? Sewaktu petang membayang Bayar sudah kisah semua Kala itu semua Cinta disini …

Read More »

Mayana Runesi : ”Bukan Hanya Sekedar Sajak”

O, bukan hanya sekedar kata-kata saja yang berangkat dri hati yang menanjak, yang sekali baca langsung beranjak, O, bukan! O, pujangga Simpan segala kata, Pakai rasa dalam hati Sehingga sekali baca tidak langsung beranjak, Dipikir-pikir lantas dibuat jejak By. Mayana Runesi

Read More »

Litani Panen (dalam bahasa Amarasi)

Koi Ama’ Uisneno. Ama’ Athoen neno-tunan, Sonaf Tetus In Uisn am In Tuan. Hai mfonat amtaam meit mtean Ho humam ma Ho matam akninu’ naan, tua. Hai arkai et asiat-anabit ma koro-manu kai, hai meik pena’-maka’ ma uki-noah. hai arkai meik sin fu’-fu’an ma ba-baun ein. Hai mait ma msee’ …

Read More »

Aku dan Tuhan dalam Mimpi Anak Sekolah di Desa

Tuhan… Aku menyapa-Mu, Bapa. Izinkanlah aku datang mendekat kepada-Mu. Tuhanpun menjawab, “Boleh anak-Ku. Setiap sa’at kau boleh datang mendekat. Bahkan siapapun boleh mendekat kepada-Ku.” Tuhan… Ketika aku bayi dan kanak-kanak: Aku belajar berbicara dengan mengecoh, aku belajar berjalan dengan merangkak dan tertatih, aku belajar menulis dengan menggores-gores, aku membaca dengan …

Read More »

Andaikan Jari dan Tangan

Pembaca infontt.com. Puisi berikut ini pernah diposting pada facebook Grup INFO NTT. Sengaja saya kutip kembali dan posting di sini. Semoga menyukakan hati pembaca. Hai… Andai jari-jemariku lebih dari lima, Entah apa namanya yang keenam dan ketujuh? Sayangnya jari-jemariku hanya lima, Itupun lebih banyak dipakai menunjuk. Oh… Bayangkan kalau jariku …

Read More »