Home / Puisi

Puisi

Karang Bernada Ayunan Ombak

Berdiri kokoh di ujung karang Menatap samudera jauh membentang Terhempas ombak semakin menderu Semerdu lantunan angin merindu Manakala gita nada mengayun ombak … … Awan berarak mengitari angkasa Membelalakkan mata pada nyanyi si ombak Sunyi? … … … Aku ‘kan tetap berdiri disini Sekuat karang di tepi pantai. … … …

Read More »

Menyusuri Rindu

Menyusuri Rindu   Malam merayap menyongsong fajar Kutelusuri relung hati mengandung rindu Rindu pada kekasihku dan buah cinta kami Rindu pada orang tua dan moyang bin leluhur kami. Rindu pada lingkungan kekerabatan lampau kami Rindu pada kesahajaan, kepolosan dan keikhlasan kami.   Kutatap rona yang tak meronta dalam lelap remang …

Read More »

Gerimis Pagi

Gerimis Pagi Lengang teramat lengang pagi ini Kulihat di jalan sana Dua ekor anjing berkejaran di musim kawinan mereka Nyaman belaka bagai di sela gerimis pagi     Sementara di sudut rumah tetanggaku Terpekur seekor kucing memasang mata spionas Di balik tumpukan kayu seekor tikus merayap gemetar Sang kucing tak …

Read More »

Sejernih bening Embun

Sejernih bening Embun Temaram fajar menggodaku pagi ini. Sebentuk rindu menggeser kenangan kelamarin. Ketika ronta pengetahuan masih menggantung. Dan nilai persahabatan mendayu hati. Kicau burung berseloroh dan berceracap di antara kokok ayam. Tak kalah pula jangkrik melengkingkan suaranya. tak berniat ia berkompetisi pada ciap anak ayam. Mereka saling berampasan mengumumkan …

Read More »

Bukan Namanya?

Bukan Namanya?     Bukan lautan namanya kalau tak berombak, bukan langit namanya kalau tak berawan, bukan cinta namanya kalau tidak ada luka dan tangisan, dan bukan mengasihi namanya kalau ada tidak ada marah dan cemburu.   Tersirat dalam hati,terbesit dengan khayalan Sejenak ku renung ku tatap rembulan, Kutanya bintang, …

Read More »

Puisi Untuk Ibu Oleh Faleria Angelina Juwita

Puisi Untuk Ibu Ibu Pada cangkir kemuning itu Kau tuangkan cinta Dari balik tirai itu Dirimu bertelut Sembari menyenandungkan litani Untuk anakmu Bagai pigura tergores sembilu Takan mampu menggores cinta disukma Yang kau tanamkan Jauh sebelum Sang Ilahi menitipkanku Dirahimmu Ibu Tawamu Seakan menghujani Dasar-dasar jiwaku yang mengerontang Ada rinai-rinai …

Read More »

Hari ini Tiba dan Berlalu

Hari ini Tiba dan Berlalu[1]   Aih… Jika aku mampu menangkap waktu, aku rindu agar dia ada di genggamanku. Jika aku mampu mengurung masa, aku suka agar dia ada di kerangkengku. Jika aku mampu memenjarakan hari, aku pastikan dia bertekuk lutut padaku. Ha ha… Tapi, apa daya dan gayaku Aku …

Read More »

Puisi Bapa Oleh Chandra Widiastuty Rohi

Penulis: Chandra I. Widiastuty Rohi/ Pemuda GMIT Kota Baru Kupang Bapa Aku menikmati setiap rencana dalam hidupku.. Jalan-MU yang tak terselami oleh akal ku pun  semakin meneguhkan iman percayaku… KAUlah yang terbaik yang kumiliki saat ini… Saat semua bahagiaku berubah menjadi tangis… Saat semua yang terdekat seakan perlahan menjauh.. Saat …

Read More »