Rabu , September 20 2017
Home / Puisi

Puisi

ketika angin…

Seorang penulis lepas di infontt.com suka bermain dengan kata-kata indah. Beberapa untaian kalimat telah diposting dalam bentuk puisi-puisi. Maria Anilsa Adak, ketika mengalirkan kata-kata puitis, ia memberi secara indah. Dua di antaranya yang dimixkan (RB-MAA) sebagai berikut: Shalom, Ketika angin teduh, kebisuan datang ditingkahi longlongan anjing betina dalam bungkus pekatnya …

Read More »

Waktu dalam Hari

Waktu dalam Hari Waktu mengandung hari. Ia menghitung maju dan lurus dalam satuan-satuan waktu miliknya. Ia memberi tanda dengan fajar. Ia mendorong datangnya surya pagi. Ia mengiringi kesibukan insan sejagat, baik dalam suka maupun duka. Ia menyaksikan peristiwa alami nan menghibur pun mencekam. Ia turut merasakan pahit-getirnya warna kekelaman, dan …

Read More »

Rais Sukur ma Rasi ‘Besat neu Uisneno

Puisi dalam bahasa daerah Amarasi ini ditulis dan dibacakan pada tanggal 1 Agustus 2017 di dalam Kebaktian Hari Ulang Tahun Jema’at Pniel Tefneno’ Koro’oto yang ke-86. Penulis, Merdana Santri Ora belum mengetahui tata tulis yang benar menurut Uab Amarasi tetapi, ia telah memberanikan diri menulis. Suatu pengalaman yang baik agar …

Read More »

Balada si Monyet, Geram si Kuntil’anak

Balada si Monyet, Geram si Kuntil’anak (Heronimus Bani) Adalah seekor monyet, Ia ditangkap dan dibawa dari hutan rimba. Habitatnya dibabat pembalakan, dibakar penari api. Ia terjepit masuk perangkap, hingga dibawa dalam dekapan. Ia sebangsa dengan kode, sekeluarga dengan siamang dan simpanse. Bahkan orang utan dan gorila. Ia dipelihara seseorang bernama …

Read More »

Puisi: Indahnya Anugerah Tuhan Dalam Hidup Ini

Ketika mentari pagi menyinari dunia Ketika rembulan memberikan seberkas cahaya di malam hari Tak ada asah yang berkedip, hanya terdiam Begitu indah anugrah dari Ilahi Nafas kehidupan yang dimiliki Kesehatan kekuatan yang kita miliki Tak terpikirkan kapan ini berakhir Hanya ucap syukur atas anugerah kehidupan ini Allah segalanya Allah sumber …

Read More »

Tuan, segelas kopimu

Tuan, segelas kopimu Tuan,…, Kopi yang kau sajikan pagi ini, warnanya pekat, apakah sepekat itu rindumu padanya? atau… sepahati kenyataan bahwa kau telah tiada? Tuan,… Kopi yang kau sajikan pagi ini, kau seruput apakah sambil mengingatnya? atau… dia yang ada di masa lalumu? Tuan,… Kupikir kau sudah jauh melangkah, sampai …

Read More »

Tuan, ‘ku rindu padamu

Tuan, kadang kau semerah senja, begitu indah dipandang, membuat senyum di bibirku, lalu, aku merindukanmu. Tapi… Tuan,… kadang kau seperti hujan, datang sesuka hatimu, membawa kenangan lalu pergi, membawa harapan dan asa. Tuan,… senja dan hujan, kaupun mungkin demikian, menawarkan keindahanmu, lalu… kau buatkan rindu menggreget… hatiku… kau membangkitkan kenangan …

Read More »

Tuan, hatiku remuk

Tuan, jika suatu saat terpikir dalam benakmu untuk kembali, cobalah mengubah arah langkah kakimu. Jika nanti kau dapati tak ada yang bisa menyayangi dengan sepenuh hati, seperti yang lalu, maka cobalah yakinkan hatimu kembali. Dan jika nanti kau dapati tak ada jalan pulang pada hati yang telah lebih dulu dilanda …

Read More »

Maria Anilsa Adak: Dilema Cinta Sang Gadis

Infontt.com,- Banyak orang ingin menikmati indahnya jatuh cinta hanya pada satu orang saja, tetapi sebagian orang tidak bisa menemukan cinta pada satu orang, malah Sebaliknya jatuh cinta pada orang lain lagi. Sebagian orang lagi, terpaksa harus pasrah menikmati cinta, karena sudah berulang kali dilukai atas nama cinta. ****** Gadis itu …

Read More »

Mari berpantun ria (1)

Raja burung mengakasa raya Menilik samudera sebagai jalan raya. Mendorong cita, visi mengangkasa, Kiranya hati haruslah perkasa. Berjerih lelah di hari siang, Termenung renung menjelang petang. Berkejar-kejaran berebut kursi, Berakhir di finis hanyalah sekursi. Nantikan hari menjelang fajar, Doa dipanjatkan pada si bintang fajar. Indahlah nian bila bersinar, Gapaiannya dengan …

Read More »