Home / Cerpen (page 2)

Cerpen

Si Anin Membawa Kabar

Si Anin membawa kabar (Heronimus Bani) Hari itu hari Kamis. Hari berikutnya hari Jumat. Dua ekor kerbau dan sepuluh sapi bertemu di padang sabana yang tidak terlalu luas. Mereka menikmati hijaunya rumput pada musim penghujan awal tahun 2017. Rerumputan sebagai semak kecil merayap tak pelit memberi diri untuk disantap habis. …

Read More »

Ah…Bukan Ayahku (Oleh:Mayana Runesi)

Aku menyeruput es jeruk dihadapanku. Rasa dingin menusuk tulang-tulangku. Beberapa kali kulihat orang-orang disekitarku melirik heran padaku, “sudah tahu dingin, kok malah minum es?” dan aku hanya tertawa dalam hati merespon tatapan-tatapan mereka. Aku sedang bahagia saat ini, terlalu bahagia hingga tak dapat merasakan perasaan-perasaan lain selain bahagia. Bagaimana tidak? …

Read More »

Amukan Sukma untuk Realita Hidup

Infontt.com, – Di jalan itu saya melihatnya sedang duduk. Disekitar pelatarannya berserakan sampah-sampah. Meskipun bertelanjang dada, tapi tawa bahagia tak pernah terusik dari bibirnya. Memang demikian, terbukti kalau manusia miskin empati. Apalagi melihat sampah-sampah berserakan, itu pertanda kalau kita tidak punya empati terhadap lingkungan dan alam. Di pertigaan jalan terdapat …

Read More »

Kuburkan Aku Di Sisi Kekasihku

Saat-saat terakhir telah menjelang. Mataku menerawang ke sekeliling kamar. Usahaku sia-sia. Anak-anakku berdiri bagai pagar mengelilingi sisi pembaringanku. Para menantu duduk terpekur. Cucu-cucuku berbisik-bisik. Aku sadar kini, malaikat maut segera akan menjemput dan mengawalku kembali ke asal-muasalku. Aku masih bisa menghitung dan mengingat anak-anakku. Simon, Noni, Onis, Soni, Menti, si …

Read More »

Tanggal Sudah Seragam Putih Merah

Waktu itu hari Sabtu terakhir dalam tahun pelajaran di sekolah. Aku masih mengenakan seragam putih-merah. Topi putih-merah bergambar tutwuri handayani. Dasi merah bergantung di leher menjurai ke dada. Aku masih seorang siswa kelas tertinggi di sekolah dasar. Berduyun-duyun, sendirian atau berpasangan orang-orang dewasa menuju ke sekolahku. Mereka adalah para orang …

Read More »

Doa dalam Temaram

Malam semakin tak terang. Redup rembulan tenggelam di seberang gunung mutis. Sebelum hanya sekedar menunjukkan sebagian cahayanya. Sebab, sejak tadinya, ia tertutup awan hitam. Keresahan datang menghampiri. Bersama jeritan binatang malam. Ia mulai memecahnya dengan merenung. . dalam sunyi, masih belum tertidur. Jarum jam menunjuk angka dua belas lewat tiga …

Read More »

I am your enemy (cerpen)

Heronimus Bani Hari itu hari Jumat. Di kota Kalabahi orang menyebutnya hari pendek. Entah siapa yang memulai pada awalnya untuk menyebut hari pendek. Yang pasti orang-orang se-kota itu tahu bahwa hari Jumat hari pendek. Mengapa pendek? Tidak pasti jawabannya. Voni tancap gas sepeda motor Mio warna pink. Entah dengan kecepatan …

Read More »