Home / News / Anggota Yonif Raider 408/SBH Mengajak Masyarakat Membuat Lubang Galian untuk Sampah

Anggota Yonif Raider 408/SBH Mengajak Masyarakat Membuat Lubang Galian untuk Sampah

Belu-InfoNTT.com,- Hayo siapa yang masih buang sampah di sembarangan tempat? Dengan membuang sampah pada tempatnya, kita sudah menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang dibuang sembarangan akan menimbulkan berbagai macam penyakit, bahkan bisa mendatangkan bencana.

Praka Ali, anggota pos Mahen satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH bersama rekannya mengajak masyarakat kampung Tukilelo melaksanakan kegiatan kerja bakti pembuatan lubang galian untuk tempat sampah di gereja St Petrus, Dusun Lahurus, Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Kamis (14/03/2019).

Diharapkan dengan adanya tempat sampah darurat tersebut masyarakat bisa membuang sampah organik ke tempat tersebut. Pelaksanaan kegiatan pembuatan tempat sampah tersebut dikerjakan secara swadaya oleh umat dan masyarakat.

Dalam penggalian pembuatan tempat sampah, warga dan personil pos mahen menggunakan alat seadanya. Mereka berbaur, saling bahu membahu, dan bergurau tanpa adanya perbedaan.

Komandan Pos Mahen Sertu Yusuf A mengatakan, kegiatan pembuatan lubang tempat sampah ini merupakan langkah dalam membantu warga serta jemaat gereja St Petrus khususnya untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar gereja.

“Dengan adanya tempat sampah yang strategis letaknya, diharapkan lingkungan menjadi bersih sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang timbul dari sampah,”ujarnya.

Pater Frans mewakili jemaat gereja St Petrus mengucapkan terimakasih kepada anggota personil pos mahen yang telah membantu warga dan jemaat dalam pembuatan tempat sampah sederhana tersebut. Ini menjadi satu pembelajaran dan juga kesan yang baik bagi semua masyarakat khususnya jemaat setempat. (Tim)

Check Also

Toleransi Beragama, Anggota TNI Turut Mengambil Bagian di Kegiatan Agama Wilayah Perbatasan

Belu-InfoNTT.com,- Mayoritas masyarakat perbatasan Indonesia-Timor Leste memeluk agama Katholik, di mana hampir 90 persen  masyarakat perbatasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *