Home / Gaya Hidup / Satgas Bersama Masyarakat Budidaya Ikan Bandeng di Perbatasan Motaain

Satgas Bersama Masyarakat Budidaya Ikan Bandeng di Perbatasan Motaain

Motaain-InfoNTT.com,- Letak wilayah Dusun Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu-NTT yang berada di pesisir pantai menjadi incaran satgas pamtas RI-RDTL yonif raider 408/Sbh untuk membudidayakan ikan bandeng bersama masyarakat sekitar.

Agenda tersebut menjadi kegiatan unggulan kompi tempur 1 satgas pamtas yonif 408/Sbh dibidang teritorial. Memanfaatkan lahan kurang lebih 1200 meter persegi yang merupakan tanah milik Gereja Santo Mikhael Seroja, anggota satgas bersama masyarakat mulai membersihkan kolam bekas tambak yang terbengkalai.

Komandan kompi tempur 1, Letnan satu inf Ari Cahyo mengatakan, di atas lahan tersebut akan dibudidayakan 4000 ekor bibit ikan bandeng. Dirinya berharap hasil dari budidaya ini dapat dinikmati anggota dan masyarakat dusun motaain nantinya.

Beberapa anggota satgas juga setiap harinya bergotong royong dengan masyarakat membersihkan serta merapikan lahan tambak. “Kedepan kegiatan tersebut dapat dilanjutkan masyarakat perbatasan yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian mereka,”ungkap Letnan satu Andi Milzam komandan pos damar.

Saat ini kegiatan tersebut sedang memasuki tahap persiapan, di antaranya menyiapkan lahan serta bibit ikan yang akan dipelihara. Untuk tahap perawatan anggota satgas telah mempersiapkan jadwal pemberian pakan serta membuat jadwal untuk mengontrol tambak setiap harinya.

Dalam penugasan tersebut, satgas raider yonif 408/Sbh begitu gencar melaksanakan serbuan teritorial. Diantaranya, kegiatan budidaya ikan yang dilakukan kompi tempur 1.

Hal ini menunjukan keseriusan satgas yonif raider 408/Sbh untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat di perbatasan, sesuai dengan salah satu misi satgas yaitu mewujudkan kemanungalan TNI dengan rakyat dengan cara mengatasi kesulitan rakyat disekelilingnya.

Mayor Inf Joni Eko Prasetyo sebagai komandan satgas sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap apa yang dilakukan anggotanya tidak berhenti sampai disitu saja.

“Lakukan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat di perbatasan, selain tugas pokok kita menjaga kedaulatan wilayah darat Republik Indonesia dengan negara Timor Leste,”pungkasnya. (Tim)

Check Also

Toleransi Beragama, Anggota TNI Turut Mengambil Bagian di Kegiatan Agama Wilayah Perbatasan

Belu-InfoNTT.com,- Mayoritas masyarakat perbatasan Indonesia-Timor Leste memeluk agama Katholik, di mana hampir 90 persen  masyarakat perbatasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *