Home / Ekonomi / Jalur Oekabiti-Oesao Semakin Memprihatinkan, Warga Melakukan Aksi Protes dengan Menanam Anakan Pohon Pisang

Jalur Oekabiti-Oesao Semakin Memprihatinkan, Warga Melakukan Aksi Protes dengan Menanam Anakan Pohon Pisang

Jalan di jalur Amarasi yang berlumpur

Amarasi-InfoNTT.com,- Warga Amarasi, Kabupaten Kupang, melampiaskan kekesalan mereka terhadap pemerintah dengan cara menanam anakan pohon pisang di badan jalan.
Mobilitas yang tinggi dari mobil pengangkut penumpang serta hasil yang setiap hari melintas di jalur Oekabiti- Oesao, menyebabkan badan jalan yang sebelumnya berlubang lalu ditutupi dengan tanah putih menjadi berlumpur dan menyulitkan masyarakat ketika melewati jalan tersebut.

Peringatan yang diberikan warga ini viral di media sosial facebook dan mendapatkan komentar pedas dari netizen. Warga berharap dengan cara menanam pohon pisang, aspirasi mereka tentang jalan rusak itu dapat didengar pemerintah.

Jalan yang rusak dan berlubang ini merupakan akses jalan utama yang bisa dilewati masyarakat ketika ingin ke Oesao ataupun ke Kota Kupang. Meskipun aksi protes ini dilakukan dengan cara tanam pohon pisang, namun masih ada sedikit ruas jalan yang bisa dilalui oleh para pengendara walaupun kondisinya memprihatinkan, karena selain berlubang dan berlumpur, kondisi jalan juga licin.

Aksi tanam anakan pisang ini adalah bentuk protes warga lantaran kekesalan akibat jalan rusak parah tapi tak kunjung diperbaiki. Diketahui bahwa jalan ini telah cukup lama rusak namun seperti tidak ada upaya perbaikan dari pemerintah sendiri.

Tentu ada pertanyaan, mengapa jalan yang sudah rusak ini tidak segera mendapatkan penanganan serius. Sedangkan dibeberapa jalan lain yang masih mulus tapi malah diaspal kembali, ini tentu tidak adil bagi masyarakat Amarasi, karena telah beberapa tahun jalan ini tidak ada perbaikan.

Masyarakat Amarasi pastinya berharap agar semua pihak bisa mau untuk ikut serta menyuarakan aspirasi ini. Masyarakat selama ini heran dengan sikap acuh dari pemerintah meski kerusakan jalan di lokasi ini sudah sering diekspos oleh media massa.

Laporan: Hezron Moni Loin

Check Also

Toleransi Beragama, Anggota TNI Turut Mengambil Bagian di Kegiatan Agama Wilayah Perbatasan

Belu-InfoNTT.com,- Mayoritas masyarakat perbatasan Indonesia-Timor Leste memeluk agama Katholik, di mana hampir 90 persen  masyarakat perbatasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *