Home / News / Kondisi Gedung Gereja Memprihatinkan, Jemaat GMIT Eklesia Fatutoni Rindu Uluran Tangan

Kondisi Gedung Gereja Memprihatinkan, Jemaat GMIT Eklesia Fatutoni Rindu Uluran Tangan

Soe-InfoNTT.com,- Media INFO NTT kembali melakukan kegiatan sosial yakni pelayanan berbagi kasih dengan mengunjungi salah satu jemaat di wilayah Kabupaten TTS. Gereja GMIT Eklesia Fatutoni yang terletak di wilayah Klasis Soe tepatnya Desa Oebobo, Kecamatan Batuputih ini menjadi titik  dilaksanaknnya kegiatan dengan menyumbangkan lima belas sak semen untuk membantu jemaat dalam pembangunan gereja, Minggu (13/01/2019).

Alex Boki selaku ketua pembangunan gereja yang diwawancarai media ini usai kebaktian mengatakan bahwa gereja ini sudah dibangun dari tahun 1982. Di mana sebelumnya jemaat ini bergabung dengan gereja Tubunain (sebuah jemaat yang ada dalam Desa Oebobo juga).

“Jadi pertama-tama jemaat di sini bergabung dengan gereja Efata Tubunain, tapi entah bagaimana ada perpecahan jemaat dengan jemaat, maka orang-orang tua dari Fatutoni ini pecah,”ungkapnya.

Jadi saat terpecah, jemaat Fatutoni ini bergabung dengan jemaat di Desa Enoana, yang jaraknya ke sana sekitar empat sampai lima kilometer. Lalu di sana dibuatlah sebuah gedung untuk berbakti.

Proses ini memberikan waktu cukup lama bagi jemaat Fatutoni, karena masyarakat Fatutoni merasa jaraknya terlalu jauh, maka terpecah lagi hingga terbentuknya Gereja Eklesia Fatutoni ini.

Akhirnya tahun 1982 itu Jemaat Gereja Eklesia Fatutoni berdiri sendiri hingga saat ini. Awalnya jemaat di ini membangun gedung gereja dengan bebak dan atap daun, lalu ada penghasilan sedikit dari jemaat, maka dibuat lagi setengah tembok dan setelah itu dirinya (Alex Boki) menjadi ketua pembangunan sebanyak tiga kali, yang terlahir kali inilah sudah mulai nampak suatu perkembangan dari bangunan gereja ini.

“Rencananya kami menyelesaikan pembangunan gereja ini sesuai dengan kondisi jemaat, karena sekarang pekerjaan ini cuman swadaya jemaat. Artinya kami sendiri kumpul uang, sendiri beli bahan dan sendiri bekerja membangun gereja ini. Tapi kami bersyukur sesudah peletakan batu pertama ada berkat Tuhan yang selalu datang membantu kami, dengan berbagai macam bantuan seperti pasir, sertu, semen dan lain-lain,”ujar Alex.

Alex bersama jemaat di Gereja GMIT Eklesia Fatutoni ini berharap di Tahun 2019 ini jemaat bisa berbakti dengan rumah yang baik, apalagi saat kondisi cuaca tidak mendukung seperti hujan maka jemaat akan basah di dalam gedung gereja akibat dari atap seng yang bocor, karena sejak 1982 gereja ini berdiri tidak pernah diganti.

Jemaat GMIT Eklesia Fatutoni sendiri terdiri dari 49 kepala keluarga (KK), 4 rayon, 12 orang majelis dan satu pendeta yakni Agnes Sipora Taouso Kase S.Th yang melayani tiga mata jemaat antara lain wilayah jemaat Enoana, jemaat Kiolukolen dan jemaat Fatutoni.

Laporan: Louis Bani

Check Also

Hampir Putus, Jembatan Noebunu di Amanuban Timur Tidak Bisa Dilewati

Soe-InfoNTT.com,- Jembatan di Desa Oeekam, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS sebagai penghubung utama beberapa desa kini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *