Home / Gaya Hidup / Kisah Awang Notoprawiro dan Tiga Anak Kecil Penjual Kelapa

Kisah Awang Notoprawiro dan Tiga Anak Kecil Penjual Kelapa

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Awang Notoprawiro ketika foto bersama tiga anak kecil penjual kelapa

So’e-infontt.com,- Usai mengantar Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Obed Naitboho untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa 09 Januari 2018. Ketua DPW PAN NTT, Awang Notoprawiro kembali menuju Kabupaten Kupang untuk melakukan kegiatan yang sama yakni mengantar Pasangan Calon paket Terkini, Drs.Selvester M. Banfatin, M.Si dan Johannis Silvester Ottemoesoe, S.E untuk mendaftar ke KPUD Kabupaten Kupang.

Namun, ditengah perjalanan Awang bersama rombongan mengisihkan waktu sebentar untuk mampir menikmati air kelapa muda. Awang dilayani tiga anak kecil yang saat itu sedang menjual buah kelapa tersebut. Sambil menikmati air kelapa, Awang juga bercanda bersama ketiga anak tersebut, Awang juga menayakan nama mereka masing-masing, ketiga anak itu pun memperkenalkan diri mereka yakni Ance, Meti dan Mila.

Kepada mereka bertiga, Awang memberikan motivasi untuk terus giat belajar mengapai cita-cita mereka. “Belajar yang rajin, jangan lupa berdoa juga, rebut cita-cita kalian,” ujar Awang

Lanjut Awang, belajar sambil bekerja itu menyenangkan, semua bisa mengetahui kehidupan yang sesungguhnya. Awang juga menceritakan pengalaman hidupnya yang mana, sejak SD hingga SMA dirinya bekerja sambil belajar.

“Bapak juga punya pengalaman seperti kalian, bapak sejak kecil sudah dilatih untuk mandiri, mencari uang untuk biaya sekolah dengan menjual ikan,” kisah Awang.

Menurut Awang, Semua itu dilakukan agar proses belajar menjadi menyenangkan dan perlahan-lahan bisa menyukainya, yakni belajar sambil bekerja.

Ia menambahkan, Orang yang rajin belajar berarti serius dan mempunyai komitmen dalam belajarnya.

“Saya masih perlu sekolah, masih perlu menanamkan kecerdasan, masih perlu ilmu yang lebih, bisa kita menyerap yang lebih banyak lagi dari anak-anak yang tentu saat ini ilmu yang mereka dapat berbeda dengan zaman dirinya,” ungkap Awang

Setelah bercanda, Sebelum melanjutkan perjalanan Awang menyempatkan menitipkan rejeki untuk digunakan membeli keperluan sekolah yakni buku dan alat tulis.

“Bapak kasih sedikit berkat untuk beli buku, alat tulis dan pakaian sekolah, jangan pakai belanja yang lain,” ungkap Awang.(Tim) 

Check Also

Masyarakat Ponain Menunggu Hasil Kajian Terkait Pilkades

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); Oelamasi-InfoNTT.com,- Persoalan sengketa Pemilihan Kepala Desa serentak Kabupaten Kupang yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *