Rabu , Desember 13 2017
Home / Ekonomi / Menunggu Mimpi dan Harapan, Ketika Amfoang Dianaktirikan di Negeri Sendiri

Menunggu Mimpi dan Harapan, Ketika Amfoang Dianaktirikan di Negeri Sendiri

Oelamasi-infontt.com,- Warga Amfoang, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT merasa dianaktirikan dibanding dengan warga di daerah lainnya. Apa yang disampaikan warga Amfoang bukan tanpa alasan, dimana infrastruktur jalan menuju ke wilayah Amfoang sangat memprihatinkan dan masalah ini sudah berulang tahun bagi masyarakat di sana.

Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi seolah-olah menutup mata dengan kondisi yang terjadi di masyarakat apalagi pada musim hujan. Dimana masyarakat harus perang lawan kerasnya arus banjir dan lumpur agar bisa sampai ke Kota Kabupaten atau sebaliknya pulang ke kampung halamannya.

Setelah media ini mengulas tentang perjuangan dari musisi Timor, Maxi Banusu yang memperjuangkan suara rakyat Amfoang lewat lagu. Kali ini wartawan coba mewawancarai putra daerah yang juga anggota DPRD Kabupaten Kupang, Agustinus Tanau.

Dalam diskusi singkat pada, Selasa (28/11/2017) siang di ruangan kerjanya, Agus Tanau mengatakan infrastruktur jalan di Amfoang selama ini memang menjadi pergumulan apalagi jalannya cukup panjang yakni kurang lebih 200 kilometer.

“Saya sebagai anak daerah berharap agar pemerintah provinsi bisa melihat Amfoang, karena jika kita melihat dengan nurani maka yang kita temui saat ini bahwa Amfoang belum tersentuh dan bisa dikatagorikan daerah yang belum merdeka,”ujar Agus.

Ia juga berharap agar infrakstruktur jalan di Amfoang bisa secepatnya diselesaikan karena Amfoang merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

“Jangan kita bermain politik dengan mengorbankan masyarakat, kita juga harus berani bilang ke masyarakat bahwa pemekaran itu merupakan suatu proses yang sangat panjang. Jadi mungkin ini menjadi pesan dan harapan saya, jika kita ingin berpolitik maka berpolitiklah secara terbuka dan jujur, jangan berjanji tanpa adanya konsep kerja nyata bagi masyarakat,” jelas politisi yang hobby bertani ini.

Sedangkan, Ketua DPD Golkar NTT, Melkiades Laka Lena ketika dimintai tanggapannya terkait masalah ini mengatakan bahwa pemerintah seharusnya mencari cara dan terobosan untuk menangani masalah klasik tersebut.

“Seharusnya kekuatan pusat, provinsi dan tingkat II jika bisa bersinergi maka saya rasa hal tersebut sangat efektif, karena tidak mungkin kita terus diam dengan kondisi masyarakat yang semakin memprihatinkan,” tegas Melki. Menurut Calon Gubernur NTT ini, Presiden Jokowi dikenal sebagai bapak pembangunan infrastruktur salah satunya jalan, sumber daya besar di tingkat nasional ini harus ditangkap dengan baik untuk membantu daerah seperti Amfoang. (Chris Bani)

Check Also

Ngopi dan Diskusi Bersama Ketua DPD Golkar NTT

Kupang-infontt.com,- Ngopi bareng dan diskusi jaman now, Kamis (07/12/2017) bersama Ketua DPD Golkar NTT, Emanuel …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *