Rabu , Desember 13 2017
Home / Ekonomi / Tekad Johanes Oematan Untuk Mensejahterakan Petani TTS

Tekad Johanes Oematan Untuk Mensejahterakan Petani TTS

Kupang-infontt.com,- Ciri yang sangat menonjol dalam sistem usaha pertanian khususnya tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)  adalah jaringan irigasi. Sedangkan ciri umum yang spesifik pada daerah lain di NTT  antara lain adanya lahan yang selalu tergenang dan juga lahan dataran tinggi dengan suhu yang sangat rendah serta  kondisi iklim yang kering atau basah. Hal ini disampaikan Bakal Calon Wakil Bupati TTS, Johanes Oematan, S.T, M.Si ketika berdiskusi bersama media ini di kediamannya.

Bagi Johanes, Pertanian di TTS akan berkembang dan maju jika sistem usaha usahanya selain tanaman padi sebagai tanaman utama, diselingi palawija, sayur-syuran. Artinya bahwa  pembangunan sering diartikan pada pertumbuhan dan perubahan. Jadi pembangunan pertanian yang berhasil dapat diartikan kalau terjadi pertumbuhan sektor pertanian yang tinggi.

Johanes meyakini jika syarat-syarat pembangunan pertanian di daerah menjadi syarat-syarat mutlak untuk menghidupkan serta memperlancar pertanian itu sendiri. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada, maka terhentilah pembangunan pertanian,karena pertanian akan berjalan terus tetapi sifatnya statis.

“Syarat-syarat mutlak yang harus ada dalam pembangunan pertanian adalah adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani, teknologi yang senantiasa berkembang, tesedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal, adanya perangsang produksi bagi petani dan tersedianya perangkutan yang lancar dan berkelanjutan,”ujarnya.

Ditambahkannya, pembangunan pertanian lewat strategi diatas sangat mungkin untuk meningkatkan produksi hasil pertanian. Ini dibuktikan dengan fakta lapangan yang Ia lihat, kebanyakan petani harus menjual hasil-hasil usaha taninya sendiri atau di pasar setempat (terdekat). Karena itu, harus diingat juga bahwa perangsang bagi mereka untuk memproduksi barang-barang jualan, bukan sekedar untuk dimakan keluarganya sendiri, tapi lebih banyak tergantung pada harga setempat. Harga ini untuk sebagian tergantung pada efisiensi sistem tataniaga yang menghubungkan pasar setempat dengan pasar di kota-kota.

Apabila tidak ada perubahan dalam teknologi era modern maka pembangunan pertanian pun pasti akan terhenti. Produksi terhenti kenaikannya, bahkan dapat menurun karena merosotnya kesuburan tanah atau karena kerusakan yang makin meningkat oleh hama penyakit yang semakin merajalela. Ini mengartikan jika teknologi pertanian modern sebagai salah satu untuk melakukan pekerjaan usaha tani saat ini.

Yang perlu disadari adalah pengaruh dari suatu teknologi baru pada produktivitas pertanian. Teknologi baru yang diterapkan dalam bidang pertanian selalu dimaksudkan untuk menaikkan produktivitas, modal atau tenaga kerja. Seperti halnya traktor lebih produktif daripada cangkul, pupuk buatan lebih produktif daripada pupuk hijau dan pupuk kandang, menanam padi dengan baris lebih produktif daripada menanamnya tidak teratur. Demikianlah masih banyak lagi cara-cara bertani baru, di mana petani setiap waktu dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

“Saya berpikir, apabila petani telah terangsang untuk membangun dan menaikkan produksi maka ia tidak boleh dikecewakan. Kalau pada suatu daerah petani telah diyakinkan akan kebaikan mutu suatu jenis bibit unggul atau oleh efektivitas penggunaan pupuk tertentu atau oleh mujarabnya obat pemberantas hama dan penyakit, maka bibit unggul, pupuk dan obat-obatan yang telah didemonstrasikan itu harus benar-benar tersedia secara lokal di dekat petani,”tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kebanyakan metode baru yang dapat meningkatkan produksi pertanian, memerlukan penggunaan bahan-bahan dan alat-alat produksi khusus oleh petani. Diantaranya termasuk bibit, pupuk, pestisida, makanan dan obat ternak serta perkakas. Pembangunan pertanian menghendaki kesemuanya itu tersedia di atau dekat pedesaan (lokasi usaha tani), dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan tiap petani yang membutuhkan dan menggunakannya dalam usaha taninya.

“Dalam pembangunan pertanian terdapat unsur perangkutan. Tanpa perangkutan yang efisien dan murah maka pembangunan pertanian tidak dapat diadakan secara efektif. Pentingnya perangkutan adalah bahwa produksi pertanian harus tersebar meluas, sehingga diperlukan jaringan perangkutan yang menyebar luas, untuk membawa sarana dan alat produksi ke tiap usaha tani dan membawa hasil usaha tani ke pasaran konsumen baik di pasar daerah maupun kota,”ungkap mantan kepala dinas PU Kabupaten TTS ini..

Selanjutnya, perangkutan haruslah diusahakan semurah mungkin. Bagi petani, harga suatu input seperti pupuk adalah harga pabrik ditambah biaya angkut ke usaha taninya. Uang yang diterimanya dari penjualan hasil pertanian adalah harga di pasar pusat dikurangi dengan biaya angkut hasil pertanian tersebut dari usaha tani ke pasar. Jika biaya angkut terlalu tinggi, maka pupuk akan menjadi terlalu mahal bagi petani dan uang yang diterimanya dari penjualan hasil pertanian tersebut akan menjadi terlalu sedikit. Sebaliknya, jika biaya angkut rendah, maka uang yang diterima oleh petani akan menjadi tinggi.

Berbagai sarana perangkutan dan jarak jauh bersama-sama harus membentuk sistem perangkuan yang merupakan satu kesatuan yang harmonis. Tidak hanya jalan raya yang diaspal, jalan setapak, jalan tanah, saluran air, jalan raya dan sungai semuanya ikut memperlancar perangkutan. Beberapa diantaranya dapat dibuat dan dipelihara oleh usaha setempat, termasuk pemerintah setempat. Beberapa lagi perlu dibangun dan dipelihara oleh pemerintah propinsi dan pusat.

“Semuanya harus dihubungkan dan diintegrasikan satu dengan yang lainnya, sehingga hasil pertanian dapat diangkut dengan lancar dari usaha tani ke pasar-pasar pusat. Demikian pula sarana dan alat produksi serta berbagai jasa tidak hanya perlu sampai ke desa dan kota, melainkan juga sampai ke tempat usaha tani itu sendiri. Banyak sekali pemimpin dengan ide dan gagasan yang luar biasa. Jika itu harus berani disatukan untuk membangun TTS tercinta dan ini bukan semata-mata teori namun mimpi saya yang akan diimplementasikan bagi rakyat TTS,”pungkasnya. (Chris Bani)

Check Also

Ngopi dan Diskusi Bersama Ketua DPD Golkar NTT

Kupang-infontt.com,- Ngopi bareng dan diskusi jaman now, Kamis (07/12/2017) bersama Ketua DPD Golkar NTT, Emanuel …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *