Home / Cerpen / Sepeda Motor “Gaib”

Sepeda Motor “Gaib”

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

(satu cerita)Sepeda Motor “Gaib”

ilustrasi: sepeda motor, samishare.com

Hari itu, hari Kamis. Seorang pemuda, sebutlah namanya Irno membawa satu unit sepeda motor menuju kantor satset di kota kelahirannya. Irno memarkirkan sepeda motor itu di halaman kantor dengan keyakinan akan rasa aman dan nyaman. Ia mencabut kunci kontak kemudian memeriksa di dalam tasnya untuk memastikan bahwa surat tanda nomor kendaraan ia tidak lupa.

Ia bergegas ke dalam ruang pendaftaran untuk mengurus mutasi sepeda motor miliknya itu. Di tempat itu, setelah mendapat petunjuk dari petugas tentang seluruh biaya sesuai ketentuan mutasi, ia membayar lunas. Setelah membayar ketentuan mutasi dan pajak kendaraan bermotor, Irno bergegas keluar dari kantor satset.
Ketika ia berada di luar, sepeda motornya tidak berada di tempat dimana ia parkirkan. Irno bertanya pada beberapa orang yang berada di tempat parkir. Mereka yang ditanyai tidak mengetahui akan sepeda motor yang dimaksud oleh yang bertanya.
Irnopun mulai mencari. Raut wajahnya sudah pucat pasi dan hampir kehabisan akal karena sepeda motor itu masih belum lama diambilnya dari dealer. Beberapa saat kemudian seseorang menyampaikan bahwa seorang petugas membawa sepeda motor itu. Irno semakin dibuat penasaran, bagaimana mungkin si petugas mengendarai sepeda motor itu tanpa kunci kontak yang menghidupkan mesin!? Irno menenangkan hatinya.

Setelah menunggu beberapa saat, petugas yang disebutkan itupun kembali dari tujuan kepergiannya. Ternyata benar! Si petugas mencoba kunci sepeda motor miliknya sendiri pada sepeda motor milik orang lain, dan cocok. Ia pun tidak hirau lagi pada pemiliknya untuk sekedar meminta ijin. Ia langsung tancap gas.

Setelah menunggu sekira setengah jam, petugas itupun kembali dari urusan yang diketahuinya sendiri. Sambil tersenyum ia memarkirkan sepeda motor yang telah dipakainya itu pada tempatnya. Ia tanpa rasa bersalah menghampiri pemiliknya dan menyampaikan terima kasih. Irno, sempat mengumpat dalam hatinya. Ia mencoba melotot pada si petugas.

Ternyata, gaibnya sepeda motor milik Irno karena diambil oleh petugas dari dalam kantor yang ada keperluan beberapa saat di luar. Oh, dewi fortuna rupanya masih memberi kesempatan pada si Irno untuk memiliki sepeda motor itu. Petugas resmi dari kantor itu telah mengembalikan pada tempatnya. Jika tidak, maka telah terjadi pencurian sepeda motor di kantor satset.

Waspadalah!

Author: Heronimus Bani

Check Also

Dongeng Nusa Tenggara Timur Tampe Ruma Sani

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); Kali ini redaksi infontt.com akan memposting satu cerita rakyat NTT …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *