Rabu , September 20 2017
Home / Puisi / ketika angin…

ketika angin…

Seorang penulis lepas di infontt.com suka bermain dengan kata-kata indah. Beberapa untaian kalimat telah diposting dalam bentuk puisi-puisi. Maria Anilsa Adak, ketika mengalirkan kata-kata puitis, ia memberi secara indah.

Dua di antaranya yang dimixkan (RB-MAA) sebagai berikut:

Foto: Maria Anilsa Adak

Shalom,

Ketika angin teduh,
kebisuan datang ditingkahi longlongan anjing betina
dalam bungkus pekatnya malam.

Cahaya bulan pun samar,
menyusup tirai jendela kamar.
Namun pagi ‘kan segera tiba.
Cahaya matahari ‘kan mulai melelehkan embun yang beku pada dedaunan.

Ketika dedaunan menari-nari
dan lembaran panji-panji bergoyang-goyang.
Ada ni’mat alami dari siulan bayu
yang mendera mereka.
Saat itu…

tak seperti sebelumnya.
Banyak bahagia, banyak tawa,
banyak canda, bahkan cakrawala pun
seakan ikut menari bersama mereka.

Dan kini seakan pertunjukan telah berakhir.
Kau kembali pada yang nyatanya menanti sendiri
bersama tiupan angin yang semakin membuat
gersang pada hati yang rindu tawamu.

Roni Bani

Check Also

Puisi: Indahnya Anugerah Tuhan Dalam Hidup Ini

Ketika mentari pagi menyinari dunia Ketika rembulan memberikan seberkas cahaya di malam hari Tak ada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *