Jumat , Desember 15 2017
Home / News / Mengisi Liburan di Taman Wisata Alam Camplong

Mengisi Liburan di Taman Wisata Alam Camplong

Taman Wisata Alam Camplong, Kabupaten Kupang

Oelamasi-infontt.com,- Taman Wisata Alam (TWA) Camplong adalah objek wisata alam yang bisa ditemui di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lokasi taman wisata ini tepatnya berada di pinggir jalan menuju ke kota Soe. Dari pusat kota Kupang, lokasi hutan wisata ini berjarak 46 km. Ada transportasi umum yang bisa digunakan untuk menuju ke hutan wisata, berupa minibus.

Dari kota Kupang bisa menumpang minibus jurusan kota Soe dan tanyakan ke supirnya untuk diturunkan di TWA Camplong. Selain menggunakan minibus, di pusat kota Kupang juga terdapat taksi yang bisa mengantarkan hingga ke TWA Camplong. Tentu saja biayanya akan berbeda ketimbang naik minibus.

Kawasan hutan yang pertama kali ditetapkan sebagai taman wisata pada tahun 1929 ini mempunyai luas lanskap lebih dari 2000 hektar. Lanskap ini dibagi dalam dua kawasan yang berbeda, yaitu kawasan taman wisata yang membentang seluas lebih dari 600 hektar dan kawanan bukan hutan seluas lebih dari 1700 hektar.

Pada waktu pertama kali ditetapkan pada tahun 1929 sebagai hutan wisata, luas TWA Camplong hanya mencapai sekitar 475 hektar saja. Namun pada tahun 1989, hutan Camplong kemudian digabungkan oleh pemerintah setempat ke dalam hutan Sisimeni Sanam. Luas gabungan 2 hutan inilah yang pada tahun 1982 ditetapkan sebagai taman wisata yang saat ini dikenal dengan nama Taman Wisata Alam Camplong.

Kawasan TWA Camplong menyimpan beberapa kekayaan alam. Kawasan ini misalnya, mempunyai sumber mata air alami. Status taman wisata yang dimiliki oleh hutan Camplong dapat menjaga salah satu sumber mata air yang dimiliki oleh Kupang. Karena pepohonan yang memenuhi hutan Camplong akan memastikan kualitas air yang berasal sumber mata air tetap dalam kondisi yang baik hingga di masa yang akan datang.

Meskipun sedang berada di hutan pengunjung tidak harus menuju ke lokasi mata air untuk memperoleh air bersih. Karena pihak pengelola juga menambahkan beberapa fasilitas air bersih untuk membuat pengunjung lebih nyaman ketika sedang berekreasi di TWA Camplong. Selain mata air alami dan kolamnya, pihak pengelola TWA Camplong juga sudah memasang kran air yang bisa ditemukan di jalan setapak yang menembus hutan wisata. Selain kran air ini masih ada lagi kolam air bersih. Lokasinya juga berada tidak jauh dari jalan setapak.

TWA Camplong juga merupakan lokasi dimana gua alam berada. Gua yang berupa lubang alami pada permukaan tanah dengan ruang yang cukup besar dan dalam bisa menjadi daya tarik tambahan bagi TWA Camplong. Karena gua alam bisa dimanfaatkan sebagai tempat dilakukannya kegiatan susur gua. Tidak semua orang bisa secara aman menelusuri gua alam yang dalam. Namun pengunjung biasa tetap bisa berkunjung ke gua alam, terutama pada kawasan yang tidak jauh dari mulut gua.

Selain gua alam ada juga gua buatan yang dimiliki oleh TWA Camplong. Ada cerita menarik mengenai gua buatan tersebut. Dulu pada masa penjajahan, Jepang sempat membangun gua di hutan yang sekarang menjadi bagian TWA Camplong. Gua ini digunakan sebagai tempat persembunyian ketika mereka diserbu oleh masyarakat setempat.

Pengelola TWA Camplong tidak hanya bergantung pada hutan alami yang dimiliki oleh Camplong. Mereka juga melakukan penangkaran beberapa satwa. Beberapa hewan yang ditangkarkan di Camplong, seperti buaya, rusa, dan ular. Penangkaran satwa ini bisa menjadi atraksi tambahan yang bisa ditemui pengunjung ketika sedang berada di TWA Camplong.

Tentu saja selain satwa yang ditangkarkan, TWA Camplong merupakan habitat alami bagi hewan. Beberapa dari hewan ini merupakan satwa endemik pulau Timor. Satwa endemik yang tinggal di hutan Camplong, seperti rusa Timor, burung kakaktua berbahu hijau kekuningan, dan juga merapati berpunggung hitam.

TWA Camplong mempunyai flora endemik pulau Timor yang tumbuh di hutan Camplong adalah pohon cendana. Pohon cendana sering dimanfaatkan untuk diambil kayu dan minyaknya. Bahan tersebut digunakan sebagai rempah-rempah, dupa, aromaterapi, parfum, dan bahkan sebagai bahan baku sangkur keris.

Selain satwa dan flora endemik pulau Timor, TWA Camplong juga merupakan tempat tinggal bagi satwa dan flora lainnya. Beberapa satwa liar yang bisa ditemui di TWA Camplong antara lain adalah kera ekor panjang, biawak, kuskus, srigunting, raja udang, kupu-kupu, burung nuri, kucing hutan, koakiu, burung perkutut, dan masih banyak lagi.

Kondisi alam yang dipenuhi oleh pepohonan alami di TWA Camplong, membuatnya menjadi lokasi yang sangat baik untuk kegiatan berkemah. Kegiatan rekreasi luar ruang ini bisa menjauhkan pengunjung dari suasana perkotaan untuk menikmati keindahan alam. Tentu saja kegiatan perkemahan akan menjadi lebih menarik lagi bila digabungkan dengan aktifitas luar ruang lainnya yang bisa dilakukan di TWA Camplong.

Kegiatan luar ruang lain yang mungkin ingin dilakukan oleh pengunjung di TWA Camplong adalah lintas alam. Tidak perlu khawatir tersesat bila ingin melakukan kegiatan lintas alam. Karena disini sudah ada jalan setapak menembus hutan wisata.

Jalan setapak ini sengaja dibuat untuk memudahkan pengunjung dalam kegiatan lintas alam. Jadi tidak perlu lagi untuk membuka jalan baru di hutan. Apalagi sampai membutuhkan keahlian navigasi yang baik dalam membaca peta dan kompas. Pengunjung umum pun dapat melakukan kegiatan lintas alam dengan mudah di TWA Camplong tanpa memerlukan peralatan yang rumit.

Sumber: http://jalan2.com/city/kupang/taman-wisata-alam-camplong/

Check Also

Pilkada Kabupaten Kupang, Kemanakah SK Partai Gerindra Akan Berlabuh?

Kupang-infontt.com,- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kupang tahun depan semakin memanas, khususnya di media sosial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *