Home / Pariwisata / Fiulain, destinasi wisata Rohani Rote-Ndao

Fiulain, destinasi wisata Rohani Rote-Ndao

Ba’a-Rote, infontt.com Fiulain, satu tempat bersejarah bagi masyarakat Rote-Ndao. Dari sana Injil, pendidikan dan pemerintahan mulai ditata setelah Foe Mboera kembali dari Batavia pada 284 tahun silam. Banyak orang Rote-Ndao berbangga memiliki seorang manek yang tiada bandingannya di antara para manek diseluruh nusak di Rote-Ndao. Foe Mboera bahkan telah hampir dapat dinobatkan sebagai “pahlawan” bagi masyarakat Rote-Ndao.

Rumah gereja di Fiulain Rote Barat DAya yang jarang dipergunakan
Rumah gereja di Fiulain Rote Barat DAya yang jarang dipergunakan
Fiulain adalah tempat dimana Foe Mboera memulai hal baru sekembalinya dari belajar di Batavia. Ia mengembangkan pendidikan berbasis masyarakat. Masyarakat diajari baca-tulis-hitung. Ia memiliki visi yang jauh bahwa masyarakat nusak Thii mesti melek huruf, dapat membaca secara baik. Foe Mboera yang dibaptis dengan nama Benjamin Messakh pun menjadi seorang penginjil. Injil disebarluaskan di dalam nusak Thii sendiri, yang berdampak luas pada nusak sekiarnya. Hasilnya, para manek dan maneleo serta petinggi dalam struktur pemerintahan yang masih bersifat adat, mengikuti junjungan mereka. Maka, masyarakatpun mengikuti. Jadilah pulau Rote-Ndao sebagai pulau yang mulai mengembangkan pendidikan bebasis masyarakat dan Injil.
Latar pantai dari salah satu sudut di Fiulain
Latar pantai dari salah satu sudut di Fiulain

Dari sekelumit kisah ini yang dimulai dari Fiulain, kira-kira 20 tahun yang lalu GMIT melakukan kebaktian Jubelium di sana. Ketika itu dapat dibayangkan betapa susahnya untuk mencapai tempat itu. Menurut penuturan jemaat yang hadir pada Peluncuran Alkitab (PB + Kejadian) dalam bahasa Tii, ketika itu separuh perjalanan harus ditempuh dengan berjalan kaki. Tetapi semangat untuk melihat Fiulain yang indah diabaikan, hingga terbayar lunas ketika para peziarah dan peserta ibadah tiba di sana.

Salib di atas baru sebagai tanda dan titik awal Injil di Fiulain oleh Foe Mboera
Salib di atas baru sebagai tanda dan titik awal Injil di Fiulain oleh Foe Mboera
Hal yang kontras terjadi ketika rombongan peserta kebaktian Peluncuran Alkitab Bahasa Tii terlaksana. Perjalanan dengan mobil yang saling beriringan di jalanan beraspal mulus hingga tiba di lokasi.

Show Quicktag Buttons on the HTML Edit Post SubPanel ] [ Hide from Quicktag Buttons ] [ Hide , , from Quicktag Buttons ] [ Hide , , , , from Quicktag Buttons ] Tags can be inserted into a post via the additional Quicktag Buttons at the HTML Edit Post SubPanel.

Menarik! Ya! Pantai yang indah. Ada usaha rumput laut di sana. Rumah gereja yang diisi dengan satu unit mimbar, sebuah Alkitab dan sebuah bangunan kecil yang di atasnya ditempatkan sebuah batu.

sudut lain ikut mempercantik Fiulain
sudut lain ikut mempercantik Fiulain
Apakah rumah gereja itu berfungsi? Jawabnya: Tidak! Mengapa? Hanya sewaktu-waktu saja diperlukan, karena tidak ada rumaH/pemukiman jemaat di dekat tempat itu. Menurut cerita seorang bapak, masyarakat pada waktu lampau menempati lokasi Fiulain, namun dipindahkan ke tempat yang mudah dijangkau kendaraan. Akses jalan menjadi pertimbangannya pada waktu itu. Rumah gereja satu-satunya di Fiulain dibangun untuk nostalgia. BAngunan lainnya adalah Salib di atas batu dan mimbar yang dipakai untuk kebaktian Jubelium GMIT.

Bagaimana ia kelak dapat menjadadi destinasi wisata rohani? Camat Rote Barat Daya, Jusuf Messakh, S.Pd menjelaskan bahwa ada dalam tahap pengusulan kepada Dinas Pariwisata. Entah kapan akan terwujud? Sementara Fiulain seakan sedang terus melambaikan tangannya memanggil pengunjung kesana. (roni)

Check Also

Prihatin Kondisi Nelayan, Kades Soliu Minta Dukungan Pemkab Kupang

Amfoang-infontt.com,- Sebagian besar masyarakat khususnya nelayan masih identik dengan kemiskinan, bahkan angka harapan hidup nelayan masih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *